Penilaian Formatif Dan Penilaian Sumatif

Oleh : Ediyanto, M.Pd

Penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesi­nam­­bungan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi ten­tang proses dan hasil belajar siswa dalam mencapai tujuan pem­bel­ajaran dan dalam rangka membuat ke­putusan-keputusan intruksional berdasar­kan kri­teria dan pertimbangan tertentu1,2,10. Penilaian merupakan proses yang sistematis artinya penilaian harus di­lakukan secara terencana dan bertahap serta berkelanjutan untuk dapat mem­peroleh gambaran tentang perkembangan siswa2,10. Penilaian merupakan proses yang berke­sinambungan artinya penilaian harus dilakukan secara terus-menerus sepanjang rentang waktu penilaian2.

Prinsip-prinsip penilaian adalah mendidik, terbuka, menyeluruh, terintegrasi, objektif, sistematis, dan berkesinambungan2,10,12. Mendidik artinya proses penilaian hasil belajar harus memberikan sum­bangan positif pada peningkatan pencapaian hasil belajar siswa. Terbuka artinya prosedur penilaian, kriteria penilaian ataupun dasar peng­ambilan keputusan harus disampaikan secara transparan dan diketahui oleh pihak-pihak terkait. Menyeluruh artinya penilaian hasil belajar yang dilakukan harus meliputi as­pek kompetensi yang akan dinilai. Terintegrasi artinya penilaian tidak hanya dilakukan se­te­lah siswa menyelesaikan pokok bahasan tertentu, tetapi selama pro­ses pembelajaran. Objektif artinya proses penilaian yang dilakukan harus meminimalkan pengaruh-pengaruh atau pertimbangan subjektif dari penilai dan tidak ada siswa yang diuntungkan atau dirugikan.

Tujuan penilaian adalah mengetahui tingkat pemahaman konsep siswa terhadap materi yang telah diberikan2,9,10. Penilaian memberikanumpan balik kepadaguru dan siswa tentang kemajuan dalam rangka mendukung pembelajaran selanjutnya. Selain itu, penilaian dapat mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar siswa dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Penilaian dapat mendiagnosis keunggulan dan kelemahan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Keunggulan siswa dapat dijadikan dasar bagi guru untuk memberikan pembinaan dan pengembangan lebih lanjut (pengayaan), sedangkan kelemahan siswa dapat dijadikan acuan untuk memberikan bantuan atau bimbingan (remedial). Kemudian penilaian dapat menyeleksi atau memilih dan menentukan siswa yang sesuai dengan jenis dan pendidikan tertentu.

  1. Penilaian Formatif

Penilaian formatif adalah aktivitas guru dan siswa yang dimaksudkan untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses belajar berlangsung. Penilaian ini akan memberikan umpan balik bagi penyempurnaan program pembelajaran2,4,7, mengetahui dan mengurangi kesalahan yang memerlukan perbaikan14.

Tujuan penilaian formatif adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran, bukan hanya untuk menentukan tingkat kemampuan siswa. Selain itu, penilaian formatif bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang telah dilakukan dan menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki, mengubah atau memodifikasi pembelajaran agar lebih efektif dan dapat meningkatkan kompetensi siswa.

Hasil penilaian formatif ini bermanfaat bagi guru dan siswa. Manfaat bagi guru yaitu guru akan mengetahui sejauh mana bahan pelajaran dikuasai dan dapat memperkirakan hasil penilaian sumatif. Jika guru mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai materi pelajaran, maka guru dapat membuat keputusan, apakah suatu materi pembelajaran perlu diulang atau tidak. Jika harus diulang, guru juga harus memikirkan strategi pembelajaran yang akan ditempuh. Penilaian formatif merupakan penilaian hasil belajar dari kesatuan-kesatuan kecil materi pelajaran. Beberapa hasil penilaian formatif dapat dipergunakan sebagai bahan untuk memperkirakan penilaian sumatif. Manfaat bagi siswa yaitu mengetahui susunan tingkat bahan pelajaran, mengetahui butir-butir soal yang sudah dikuasai, dan butir-butir soal yang belum dikuasai. Hal ini merupakan umpan balik yang sangat berguna bagi siswa, sehingga dapat diketahui bagian-bagian yang harus dipelajari kembali secara individual.

Penilaian formatif melibatkan proses mencari dan menginterpretasikan bukti-bukti yang digunakan siswa dan guru untuk memutuskan posisi siswa dalam pembelajarannya, kemana siswa perlu melangkah dan bagaimana cara terbaik untuk mencapainya3. Lebih lanjut ditekankan bahwa agar penilaian formatif lebih efektif, guru harus terampil dalam menggunakan strategi penilaian yang bervariasi. Strategi penilaian tersebut dalam penilaian formatif bisa berupa observasi, diskusi siswa, umpan balik, self assessment dan peer assessment7,14.Self assessment merupakan hal penting yang dilakukan siswa dalam upaya menyadari adanya gap. Guru berperan untuk mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dan mendorong siswa untuk melakukan self assessment dalam upaya mencapai tujuan. Umpan balik perlu dilakukan di dalam kelas oleh guru dan siswa secara timbal balik. Pemberian umpan balik dapat memotivasi siswa untuk belajar, mendorong siswa untuk tertarik pada pembelajaran, meningkatkan hasil belajar, menimbulkan optimisme, self regulating learning, dan mengembangkan potensi metakognisi3,13.

Keberhasilan penggunaan penilaian formatif sangat tergantung kemampuan guru mengorganisasi siswa dalam pembelajaran. Terdapat lima faktor kunci yang dapat meningkatkan pembelajaran melalui penilaian formatif4. Kelima faktor kunci tersebut adalah: (a) menyediakan umpan balik yang efektif untuk siswa, (b) secara aktif melibatkan siswa dalam pembelajaran, (c) mengatur pembelajaran yang memungkinkan siswa memperoleh nilai baik ketika dilakukan penilaian, (d) memperkenalkan pengaruh besar penilaian terhadap motivasi, dan (e) mempertimbangkan kebutuhan siswa untuk menilaidirinya sendiri dan untuk memahami bagaimana cara meningkatkan hasil belajarnya.

Umpan balik adalah informasi tentang kesenjangan antara tingkat aktual dan tingkat referensi siswa14 atau kesenjangan kondisi siswa sekarang dengan tujuan-tujuan dan standar pembelajaran11. Siswa menghasilkan umpan balik internal dalam kegiatan pembelajaran dan penilaian. Umpan balik formatif terkait erat dengan penilaian formatiftetapi juga dapat berpotensi untuk digunakan sebagai penghubung antara penilaian sumatif dan pengembangan formatif9.

Umpan balik merupakan elemen yang penting dalam penilaian formatif8,14. Kriteria umpan balikyang baiksebagai berikut.

  1. Membantu menjelaskan kinerja yang baik
  2. Memfasilitasi pengembangan self-assessment (refleksi) dalam belajar;
  3. Memberikan informasi yang berkualitas tinggi kepada siswa tentang hasil belajar mereka;
  4. Mendorong guru untuk berdialog dengan siswa selama pembelajaran;
  5. Memotivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran;
  6. Menyediakan kesempatan untuk menutup kesenjangan antara kinerja saat ini dan yang diinginkan;
  7. Memberikan informasi kepada guru yang dapat digunakan untuk membantu membentuk pengajaran.

Guru menggunakan umpan balik untuk membuat keputusan program sehubungan dengan kesiapan, diagnosis dan remedial. Siswa menggunakannya untuk memantau hasil belajar14. Pentingnya umpan balik siswa yaitu untuk belajar, menutup kesenjangan pemahaman konsep mereka, mempersiapkan diri dalam penilaian sumatif, memotivasi untuk belajar, menghargai standar akademik, dan untuk refleksi9.

  1. Penilaian Sumatif

Penilaian sumatif adalah suatu aktivitas penilaian yang menghasilkan nilai atau angka yang kemudian digunakan sebagai keputusan pada kinerja siswa9. Kegiatan penilaian ini dikakukan jika satuan pengalaman belajar atau seluruh materi pelajaran telah selesai. Penilaian sumatif digunakan untuk menentukan klasifikasi penghargaan pada akhir kursus atau program. Penilaian sumatif dirancang untuk merekam pencapaian keseluruhan siswa secara sistematis.

Penilaian sumatif berkaitan dengan menyimpulkan prestasi siswa, dan diarahkan pada pelaporan di akhir suatu program studi14. Penilaian sumatif tidak memberikan dampak secara langsung pada pembelajaran, meskipun sering kali mempengaruhi keputusan yang mungkin memiliki konsekuensi bagi siswa dalam belajar. Fungsi penilaian sumatif9 yaitu pengukurankemampuan dan pemahaman siswa, sebagai sarana memberikan umpan balik kepada siswa, untuk memberikan umpan balik kepada staf akademik sebagai ukuran keberhasilan pembelajaran, akuntabilitas dan standar pemantauanstaf akademik, dan sebagai sarana untuk memotivasi siswa.

 

 DAFTAR PUSTAKA

  1. Arends, I., R. 2007. Learning to Teach. New York: McGraw Hill Companies. Penerjemah Helly Prajitno Soetjipto & Sri Nulyatini Soetjipto. 2008. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
  2. Arifin, Z. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  3. Assessment Reform Group. 2002. Testing, Motivation and Learning. ARG- Nuffield Foundation-EPPI Centre.
  4. Black, P. 2004. The Nature and Value of Formative Assessment for Learning. King’s College London.
  5. Cruz, E. Diaz, H. & Kortemeyer, G. 2011. The Effect of Formative Assesment in Brazilian University Physics Courses. Revista Brasileira de Ensino de Fisica, v. 33, n. 4, 4501.
  6. Dufresne, J., Robert, G., J., William. Mestre, P., Jose. & Leonard, J., William. 2000. IT / A2L : Assessing Student Knowledge with Instructional Technology. University of Massachusetts Physics Education Research Group: UMPERG Technical Report PERG-2000#09-SEP#1-28.
  7. Dunn, K., E. & Mulvenon, S., W. 2009. A Critical Review of research on Formative Assessment. Journal Practical Assessment Research & Evaluation. 14,(7), 1-14.
  8. Hodgson, C. & Pyle, K. 2010. A Literature Review of Assessment for Learning in Science. Slough Berks: National Foundation for Educational Research.
  9. Irons, A. 2008. Enhancing Learning Through Formative Assessment and Feedback. Oxon: Routledge.
  10. Margono, G. 2006. Standar Penilaian Pendidikan. Buletin BNSP: Media Komunikasi dan Dialog Standar Pendidikan. Vol. I/No. 2  p. 40 – 47.
  11. Nicol, J., D. & Dick, D. 2006. Formative Assessment and Self-Regulated Learning: A Model and Seven Principles of Goog Feedback Prectice.Published in Studies in Higher Education, Vol 31 (2), 199-218.
  12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Standar Pendidikan Nasional. Jaringan dan Informasi Hukum Direktorat Jenderal Pendidikan Republik Indonesia.
  13. Rustaman, Y., N. 2011. Pendidikan dan Penelitian Sains dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi untuk Pembangunan Karakter. Pendidikan dan Penelitian Sains: 1.
  14. Sadler, R., D. 1989. Formative Assessment and The Design of Instructional Systems. Instructional Science. 18, 119-144.

 

Korespondensi Pengirim

 Ediyanto, M.Pd

Magister Pendidikan Fisika

Universitas Negeri Malang

Telp : +62 (0) 817532635

Email : ediace09@yahoo.co.id

 

Korespondensi Institusi

Jurusan Teknik Informatika

Fakultas Teknik

Universitas Yudharta Pasuruan

Jl. Yudharta (Pesantren Ngalah) No. 07, Sengonagung,

Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur

Indonesia 67162

Telp. +62 (0) 343611186

Email: informasi@yudharta.ac.id

 

Pusat Kajian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

Fakultas Pertanian – Universitas Brawijaya

Jl. Veteran Malang

Jawa Timur, Indonesia 65145

Telp/fax. +62 (0) 341 575830

Email: heddy@yahoo.com