Alumni UYP berhasil meraih gelar doktor

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya kembali menggelar Wisuda ke-78. Sebanyak 594 mahasiswa yang lulus mulai dari gelar Sarjana hingga Doktoral. Mereka adalah sarjana strata 1 (S1) sebanyak 545 wisudawan, strata 2 (S2) sebanyak 37 wisudawan, dan strata 3 (S3) hanya 12 wisudawan.

Di antara 12 wisudawan Doktor tersebut, M. Anang Sholikhudin, S.Pd.I, M.PdI, berhasil meraih gelar doktoral saat usia realtif muda, 35 tahun. Dr. Anang telah meraih predikat sangat memuaskan dengan menulis Disertasi yang berjudul “Kiai Multikultural: Kiai M. Soleh Bahruddin dan Implementasi Multikulturalisme dalam Sistem pendidikan di Universitas Yudharta Pasuruan”.  

Dr. Anang merupakan salah satu Dosen sekaligus alumni Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) angkatan 2000 yang berhasil meraih gelar Doktor program studi Dirasat Isalmiyah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Walaupun ada banyak tekanan dan tantangan, baik materi maupun mental tetapi tidak menyurutkan tekad Anang untuk meraih gelar akademik tinggi. “Barang siapa mencari Ilmu Allah pasti akan dicukupi oleh Allah,” ujar Anang yang juga menjabat sebagai Kepala Perpustakaan UYP sebagaimana dilansir yudharta.ac.id, Sabtu (18/03).

Anang pernah mendapat Beasiswa BPP Diktis Kementerian Agama pada tahun 2014. Selain prestasi akademik, Anang juga pernah mendapatkan beasiswa Short Course penelitian Islam berbasis  Gender Dalam Negeri dari Subdit Penelitian Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Diktis Kemenag yang bekerjasama dg PBNU pada tahun 2012 lalu.

Tidak berhenti di situ, wisudawan ini berniat melanjutkan pendidikannya ke jenjang Post Doctoral. “Mencari ilmu sepanjang hayat, tak ada kata puas” kata Anang.

Setelah diwisuda, Anang berencana kembali ke Pasuruan, tepatnya di Pondok Pesantren Ngalah dan UYP. Sebab, jumlah sumber daya manusia, terutama lulusan Doktoral di Pasuruan masih sangat minim. Anang merupakan pakar bidang Pendidikan Multikultural.

Rektor UIN Sunan Ampel, Abdul A’la, berharap lulusan UINSA Surabaya dapat mengabdikan diri di masyarakat dengan menunjukkan integritas dan profesionalismenya. Apalagi, UINSA dikenal sebagai kampus yang dekat dengan masyarakat. “Kita dekat dengan masyarakat, karena pada tahun lalu UINSA meraih penghargaan Best Community Patners dari Wali Kota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini,” kata A’la.

Selain berintegritas dan profesional, A’la juga berharap wisudawan dapat berkomunikasi yang baik di masyarakat. “Walau bagaimanapun kita membutuhkan bantuan orang lain, kita tidak bisa hidup sendirian di masyarakat,” ujarnya.

Terakhir, A’la meminta wisudawan untuk menjaga keutuhan NKRI. “NKRI merupakan rahmat yang harus kita syukuri,” kata A’la.