Diskusi Lintas Agama Bahas Pentingnya Pendidikan Multikultural

Pascasarjana magister PAI Multikultural kembali menghadirkan tokoh-tokoh agama di Pasuruan. Tokoh agama ini terdiri dari saudara Kristen, Hindu, Budha, Islam, dan beberapa kepala suku di tengger Pasuruan Jawa Timur. Rencananya pertemuan ini untuk mengadakan Forum Group Diskusi tentang multikultural di Indonesia. (2/11/2017)

Renana dalam diskusi ini, masing-masing tokoh membuat materi untuk dijadikan referensi FGD. Acara FGD dilaksanakan pada tanggal 25 November 2017. Tidak hanya acara itu saja, namun FGD juga di ikuti oleh MoU antara pascasarjana dengan semua agama dan suku di Pasuruan. “Saya juga mengusulkan dari pertemuan ini, untuk bisa bersinergi dengan pascasarjana PAI multikultural, maksud dari adanya PAI multikultural ini, di antaranya ingin menjadi pusat studi multikultural di Indonesia, karena selama ini banyak mahasiswa, peneliti, pengajar di luar negeri ke Yudharta ingin belajar multikultural” ujar anang selaku kepala program magister.

Setelah kegiatan ini selesai diharuskan ada rencana tindak lanjut, sehingga diskusi tidak hanya sampai disini, namun bisa berkelanjutan, dilain waktu mungkin bisa menajamkan pembahasan dengan menghadirkan pembicara yang berkompeten dibidangnya, yang akhirnya menghasilkan laporan atau karya ilmiah. “Dari diskusi yang kita laksanakan, harus ada karya ilmiah yang harus kita laksanakan, agar diskusi ini menjadikan kemanfaatan” kata Nur Hadi.