“Inspirasi Ramadhan” Bersama Non Muslim Catatan Kecil Lokakarya Manajemen Mutu Bersama Dosen Kristen dan Hindu

Setiap kali bulan Ramadhan datang, umat Muslim selalu terpacu untuk menjalankan dua hal memanfaatkan momentum penting bulan suci Ramadhan yang penuh dengan berkah. Dua hal yang dimaksud adalah shalih ritual dan shalih sosial. Dua istilah yang pernah dipopulerkan oleh KH. Mustofa Bisri (Gus Mus). Shalih ritual merujuk pada ibadah yang dilakukan dalam konteks memenuhi haqqullah dan hablum minallah seperti shalat, puasa, haji dan ritual lainnya. Sementara itu, istilah saleh sosial merujuk pada berbagai macam aktivitas dalam rangka memenuhi haqul adami dan menjaga hablum minan nas.

Sebagaimana pandangan Gus Nadirsyah Hosen, munculnya dua istilah tersebut bukan untuk dibenturkan, karena sesungguhnya Islam mengajarkan keduanya. Bahkan lebih hebat lagi; dalam ritual sesungguhnya juga ada aspek sosial. Misalnya shalat berjamaah, pembayaran zakat, ataupun ibadah puasa, juga merangkum dimensi ritual dan sosial sekaligus. Jadi, jelas bahwa yang terbaik itu adalah kesalehan total, bukan salah satunya atau malah tidak dua-duanya. Kalau tidak menjalankan keduanya, itu namanya kesalahan, hehe kira-kira begitu.

Di bulan yang penuh berkah ini, Universitas Yudharta Pasuruan yang diwakili oleh enam Dosen, termasuk di dalamnya ada Bapak Wiwin Fachrudin, MA selaku Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) yang bertugas sebagai penjamin mutu UYP baik dilevel fakultas maupun program studi berkesempatan meneguhkan “kesalihan sosialnya” bersama saudara-saudara nonmuslim dalam sebuah kegiatan Hibah Program Asuh Perguruan Tinggi Unggulan Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Universitas Kristen Petra Surabaya (UK Petra) bekerja sama dengan Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Salah satu rangkaian dalam kegiatan tersebut adalah Lokakarya Manajemen Mutu Perguruan Tinggi. Selain UYP, ada juga perwakilan dari Universitas Artha Wacana Kupang (Kristen), Universitas Dhyana Bali (Hindu), dan tentunya UK Petra sebagai penanggung jawab kegiatan tersebut.

Sebagai Universitas swasta terbaik di Indonesia, UK Petra banyak menginspirasi Dosen UYP terutama dalam hal meningkatkan mutu perguruan tinggi. Ada banyak hal keunggulan UK Petra yang memungkinkan diadopsi dan diadaptasi oleh UYP, terutama di bidang tata kelolah universitas, peningkatan SDM, pembiayaan, kemahasiswaan serta lulusan. Kegiatan ini semakin special karena pelaksanaannya saat bulan ramadhan.

Sebagaimana kegiatan pada umumnya, di sela-sela kegiatan pasti ada break dan tentunya disediakan berbagai macam konsumsi yang amat menggoda meskipun bulan ramadhan. Karena memang mayoritas peserta nonmuslim. Hanya delegasi dari UYP saat itu menjalankan ibadah puasa dan tak bisa menikmati konsumsi sarapan pagi dan makan siang. Namun demikian, dengan identitas muslim inilah panitia dari UK Petra (Kristen) dan juga peserta dari Bali yang memeluk agama Hindu sangat menghormati Dosen dari UYP.

Saat istirahat kegiatan tepat jam 12.00, ketika peserta nonmuslim menikmati makan siang, panitia dari UK Petra sengaja mengagendakan secara khusus untuk Dosen UYP dengan mengadakan kunjungan ke perpustakaan dan menunjukkan berbagai fasilitas wah yang dimilikinya. Dan tidak lama kemudian, kita dipersilahkan menjalankan ibadah sholat dzuhur sebelum melanjutkan kegiatan yang akan dimulai jam 13.00 di Auditorium UK Petra. Dosen UYP kembali dibuat terkesan saat kegiatan hari pertama selesei sekitar pukul 16.30, sebelum menuju hotel untuk berbuka puasa sekaligus tempat istirahat bagi peserta, mereka panitia UK Petra ternyata sudah menyiapkan bontotan (bungkusan) berbagai macam kue yang sudah disiapkan sebelumnya. “ini silahkan kuenya dibawah pak, untuk takjil di hotel, mohon maaf sebelumnya jika mengganggu kekhusu’an ibadah puasanya”, begitu ucap panitia saat kita menunggu taxi di halaman parkir. Interaksi yang begitu akrab antar peserta dan panitia yang datang dari berbagai latar belakan agama dan suku (Islam, Kristen, Hindu, Jawa, Tionghoa, Bali) semakin memperkuat tali persaudaraan dan kita juga semakin nyaman dan menikmati ibadah puasa, meskipun orang yang ada di sekitar kita nonmuslim. Indahnya perbedaan di bulan suci Ramadan¡ 🙂

Penulis: Ahmad Marzuki
Dosen Universitas Yudharta Pasuruan