Kemendikbud Dirikan Pusat Pelatihan Hydropower

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  mendirikan ASEAN Hydropower Competence Centre: Hycom di Kota Cimahi, Jawa Barat, sebuah lembaga yang bergerak dibidang pelatihan teknologi implementasi hydropower kepada para guru.

Para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya diajarkan teknologi terapan, namun juga mampu membuat turbin dan generator sendiri. Guru yang mendapatkan pelatihan itupun tidak hanya berasal dalam negeri, namun juga negara yang tergabung dalam kelompok Asia Tenggara (ASEAN), kata Coordinator of Institutional Development Lecturer, Imana Permana di Cimahi, Selasa (22/11).

“Indonesia punya potensi sumber daya air (hydropower) yang diminati para investor asing. Mengingat letak geografis Indonesia yang kaya akan sumberdaya air dan sangat banyak dimungkinkan untuk dibuat menjadi sebuah pembangkit listrik dan sejenisnya,” ujarnya.

Dijelaskannya, di lembaga pendidikan ini, terdapat aneka turbin dan generator simulasi yang banyak dipakai untuk pembangkit listrik di berbagai belahan dunia mulai dari turbin Pelton, Francis, Kaplan hingga crossflow.

Semua teknologi yang diterapkan masing-masing turbin, diajarkan oleh para tenaga ahli di Hycom, sebab masing-masing turbin memiliki ciri khas dan karakteristik berbeda sesuai letak geografis tempat dimana air berada.

Sebagai contoh untuk turbin Pelton, turbin ini cocok dipergunakan untuk tempat dimana air berada di ketinggian di atas 20 meter namun debit air-nya kurang. Sebaliknya turbin Kaplan dipergunakan untuk debit air besar yang memiliki ketinggian cukup.

“Di lab pelatihan ini, banyak terdapat model-model turbin. Kenapa ada macam-macam turbin, karena nanti disesuaikan dengan karakterisitik air dan debit air itu berada. setiap daerah kan memiliki karakteristik berbeda. Nah nanti semua kami ajarkan kepada peserta pelatihan sesuai tempat mereka berasal,” ujarnya.

Di Indonesia, turbin yang banyak digunakan merupakan jenis Crossflow. Turbin ini, terang dia, memiliki karakteristik seperti memiliki efisiensi tinggi hingga 80 persen dari debit air hingga energi listrik yang dikeluarkan.

Oleh karena karakteristik geografis negara-negara ASEAN tidak jauh berbeda dengan kondisi di indonesia, maka empat turbin ini sangat cocok diterapkan.

Keberadaan Hycom di Cimahi, menurut Imam, merupakan yang pertama di Indonesia bahkan di ASEAN. Selama ini, tidak ada satu pun lembaga yang khusus menerpakan pelatihan hydropower secara spesifik terhadap para guru sekolah menengah untuk diajarkan kepada para siswa.[micom]

Comments