Lulus Kuliah, Para Mahasiswa Ini Ingin Jadi Pengusaha

Setiap orang, termasuk mahasiswa, pasti memiliki mimpi masing-masing terkait profesi yang akan dijalani selepas menjalani pendidikan di bangku kuliah. Ada yang ingin menjadi abdi negara, pengajar, dan ada pula yang ingin berdikari dengan membuka usaha sendiri. Dua mahasiswa yang ditemui Kompas.com, di sela kompetisi bisnis “Trust” yang diadakan Danone Indonesia, Rabu (22/2/2012), mengungkapkan mimpinya: ingin membangun usaha sendiri selepas kuliah. Mereka adalah Bella Chyntiara dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Annisa Puspita Sari dari Universitas Diponegoro, yang mengikuti kompetisi ini.

Untuk mengasahnya, mereka mengikuti kompetisi yang merangsang mereka untuk membangun strategi bisnis yang membuahkan hasil.

“Setelah lulus kuliah, saya memang ingin mempunyai usaha sendiri, karena kan sudah diajarkan dari kompetisi ini bagaimana memulai, berkomunikasi, dan meng-create bisnis yang efektif dan low cost,” ungkap Bella, mahasiswi Ekonomi UGM yang juga pernah mempunyai usaha es krim ini.

Sementara Annisa, sesuai jurusannya, mengaku ingin berbisnis tanaman hias. “Kalau saya ingin berwirausaha di bidang tanaman hias di suatu lahan di Ciwidey atau di Lembang. Selain itu setelah lulus saya juga ingin bekerja di perusahaan karena saya mempunyai ilmu yang bisa saya impelementasikan di sana,” papar mahasiswi jurusan Agrobisnis ini.

Untuk mengikuti kompetisi bisnis ini, mereka harus meluangkan waktu di sela kewajibannya mengikuti perkuliahan. Awalnya, menurut Bella, tes yang diberikan menyita waktu kuliahnya. Namun, ia dan timnya menyiasati dengan bekerja kelompok pada malam atau sore hari.

Banyak sekali pelajaran yang didapatkan dari kompetisi tersebut. Menurut Annisa dan Bella, mereka belajar membangun bisnis berskala kecil hingga skala besar.

“Kita jadi tahu bagaimana mengelola atau menjalankan suatu perusahaan, itu dalam skala besarnya. Skala kecilnya, kita jadi tahu mengelola pengeluaran, sistem operasional produknya, memasarkan produknya, dan mengelola orang-orangnya,” kata Annisav