Mahasiswa IAT menjadi narasumber di SMK Al Azhar Bangil

Pasuruan, 16 Oktober 2016. Dosen dan mahasiswa program studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir (IAT) telah berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan kepemimpinan dan hipnoterapi dengan Al Qur’an yang bertemakan “Melalui latihan dasar kepemimpinanr siswa ciptakan pemimpin yang bertaqwa, disiplin, dan berakhlakul karimah”. Acara tersebut dilaksanakan selama dua hari Sabtu-Minggu dan di dua tempat yang berbeda yaitu SMK Wachid Hasyim Bangil dan SMK Al Azhar Assyarif Bangil Pasuruan.
Hadir perwakilan dari Dosen Sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Bapak Marzuki M.PdI selaku Kepala PPIK dan bapak M. Mukhid Mashuri, M.Th.I selaku Kaprodi IAT Yudharta. Di SMK Wachid Hasyim Bangil acaranya hanya sehari, Sabtu, 1 Oktober 2016. dua minggu berikutnya, Yudharta kembali diundang oleh sekolah yang berbeda- SMK Al Azhar, kali ini narasumbernya dipandu oleh mahasiswa Jurusan Tafsir mulai tanggal 15-16 Oktober 2016
Adapun peserta yang mengikuti acara tersebut kebanyakan siswa yang mengikuti organisasi intra maupun ekstra. Antusias peserta dalam mengikuti acara tersebut sangat tinggi bahkan guru-guru juga mengikuti intruksi-intruksi yang ada di pelatihan tersebut.
Pada acara tersebut ditunjukkan penerapkan konsep hipnoterapi. Peserta diminta menempelkan tangan kanan dan kirinya dengan erat, kemudian pemandu hipnoterapi mengintruksikan tangan anda akan menempel selamanya meskipun anda berusaha untuk melepaskannya. Setelah intruksi tersebut diucapkan peserta diminta melepaskan tangannya sendiri. Hasilnya tidak ada peserta yang mampu melepaskan tangan kanan kirinya sendiri. Hal ini seperti hipnotis biasa namun yang bisa diambil dari hipnoterapi tersebut bahwa ucapan ada adalah doa, begitu menurut Mukhid Mashuri sebagai pemandu hipnoterapi.
“Intruksi pemandu kepada peserta dipahami secara sangat serius sehingga pemikiran peserta akan selalu terbawa dengan ucapan pemandunya meskipun sebenarnya dia mampu untuk tidak mengikutinya. Seharusnya siswa-siswi itu mempunyai positif thinking untuk selalu yakin kepada dirinya sendiri dan bersyukur. Semakin kita sering bertemu masalah di sekolah maka semakin sering kita belajar mengatasinya.” Kata Mukhid Mashuri.