Mahasiswa Universitas Yudharta Adakan Pelatihan E-Administration Desa Tambak Lekok

Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan yang tergabung dalam kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 8 di desa Tambak Lekok, kecamatan Lekok, kabupaten Pasuruan menyelenggarakan pelatihan electronic administration (E-administration) di balai desa Tambak Lekok sejak tanggal 24 kemarin, hingga hari ini (26/8/17).

E-administration ini merupakan model pengadministrasian yang berbasis elektronik, dimana data-data yang bersifat hardcopy diubah menjadi softcopy dengan tujuan agar administrasi yang dimiliki desa tertata dengan baik dan tersimpan dengan aman didalam file elektronik.

Saat di temui oleh media maritim 8 ketua pelaksana Kabul Arif menuturkan bahwa adanya pelatihan E-administration ini  berawal dari hasil evaluasi lomba administrasi tingkat kecamatan minggu lalu. “Minggu lalu di desa Tambak Lekok ini ada lomba administrasi tingkat kecamatan, kemudian kita melihat ada beberapa kekurangan-kekurangan dalam hal penataan dan banyaknya berkas-berkas yang hilang, hingga muncul rekomendasi elektronik administrasi,”tuturnya.

Selanjutnya, mahasiswa dari program studi Informatika ini menyampaikan bahwa dalam pelaksanaanya, menghadirkan tiga narasumber yakni dari perwakilan kecamatan Lekok Sabar dan dari Asiasoft Arif Panca Putra, S.Kom dan M.Ikmal Farih,S.Kom dan diikuti kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari perangkat desa, Badan Pengawas Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Taruna, dan beberapa masyarakat Desa Tambak Lekok.

Antusiasme para peserta terlihat saat di pandu oleh para mahasiswa dalam pengopreasian komputer. Seperti yang disampaikan oleh nawawi saat diwawancarai media maritim 8, ia menagatakan bahwa pelatihan e-administration ini sangat bermanfaat bagi kami, hingga kami berusaha mengikuti mulai awal hingga hari terakhir, meskipun ada beberapa kendala untuk bisa hadir.

“Acaranya sangat bermanfaat bagi kami, srbetulnya acara seperti ini kita harapkan sejak beberapa tahun lalu. Namun kurangnya perhatian dari beberapa perangkat hingga belum bisa terlaksana. Adanya mahasiswa yang KKN di desa Tambak Lekok sangat membantu kami dalam pemahaman soal administrasi dan pengoperasian komputer,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh salah satu perangkat desa Tambak Lekok Muhammad As’ad. Ia menyarankan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setiap triwulan sekali agar apabila terjadi para peserta lupa pengoperasian komputer bisa diingatkan kembali.(ron)