Membangun Sinergi Perguruan Tinggi dengan Industri

Dalam acara yang bertujuan untuk mempertemukan hasil penelitian unggulan perguruan tinggi kepada masyarakat khususnya dari sektor industri ini, terdapat 38 produk hasil unggulan perguruan tinggi yang siap untuk dipamerkan dan sebelum berhasil menyisihkan lebih dari 491 proposal hasil penelitian dari perguruan tinggi lainmya.

Menurut Djoko, acara INOVASI AGROINDUSTRI EXPO 2013 merupakan bentuk dari keterlibatan pemerintah dalam upaya memajukan hasil penelitian perguruan tinggi serta mengembangkan sektor industri berbasiskan penelitian. “Saat ini sinergi antara perguruan tinggi dan industri belum dapat dikatakan maksimal, karena itulah kita perlu untuk mengadakan acara ini untuk mempertemukan kebutuhan dari kedua sektor tersebut” sahut Djoko.

Djoko mengutarakan bahwa untuk memajukan penelitian dan pembangunan ekonomi berbasikan ilmu pengetahuan dan penelitian diperlukan koordinasi antar perguruan tinggi dan sektor industri. Saat ini, menurut Djoko komunikasi antara perguruan tinggi dan sektor industri masih belum maksimal, “jangan cuma bicara loh, karena bicara itu belum masuk pada tahap komunikasi yang efektif, perlu ada tindakan nyata” jelasnya.

Mengenai tema Agroindustri, Djoko mengatakan, Agroindustri merupakan salah satu sektor penting yang tengah menjadi fokus pengembangan pemerintah termasuk perguruan tinggi, “Ada tiga fokus yang akan kita kembangkan pertama adalah Sains, kedua Teknologi dan yang terakhir Pertanian. Tanpa Sains dan Teknologi kita tidak dapat berbuat apa-apa, dan tanpa pertanian kita mau makan apa, saya rasa temanya sangat relevan dengan kondisi kita sekarang” tuturnya.

Djoko menambahkan selain mempertemukan antara produk penelitian unggulan perguruan tinggi dengan industri, solusi lainnya adalah dengan cara mengembangkan penelitian di perguruan tinggi serta mendekatkan dunia industri dengan kultur akademik termasuk penelitian “sehingga nanti pengembangan industri akan berbasiskan riset”

Menyinggung pengembangan penelitian di perguruan tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) telah menyiapkan dana penelitian yang dapat digunakan oleh perguruan tinggi secara maksimal. Tidak kurang dari 30% anggaran BOPTN disetiap perguruan tinggi negeri disiapkan untuk anggaran penelitian. “Setiap tahun dana penelitian pasti ikut naik, karena BOPTN setiap tahunnya naik “ ujar mantan Rektor ITB ini.

Sebelumnya Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Agus Subekti mengutarakan, bahwa Ditjen Pendidikan Tinggi di tiap tahunnya menyediakan dana penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh perguruan tinggi. “Dikti telah secara aktif memfasilitasi terjadinya sinergi perguruan tinggi-industri dengan memberikah stimulus berupa hibah penelitian misalnya melalui skema Riset Andalan Perguruan Tinggi (RAPID), Penelitian Unggulan Strategis Nasional (PUSNAS), dan Penelitian MP3EI yang dalam pelaksanaannya perguruan tinggi diharuskan bermitra dengan industri” sahut Agus.

Senada dengan Djoko, Agus berharap dengan adanya acara sejenis dengan INOVASI AGROINDUSTRI EXPO 2013, sinergi antara perguruan tinggi dan industri akan semakin kuat “Ini merupakan salah satu media deseminasi potensi perguruan tinggi dalam menghasilkan karya inovasi, saya yakin kegiatan seperti ini dapat memberikan peluang maupun inspirasi terjadinya sinergi antara perguruan tinggi dan industri, nanti pada gilirannya akan terbangun kekuatan ekonomi bangsa berbasis pengetahuan” pungkas Agus.

– See more at: http://www.kopertis12.or.id/2013/11/26/membangun-sinergi-perguruan-tinggi-dengan-industri.html#sthash.8MGzAcRz.dpuf