Menikmati Keakraban Dalam Keragaman: Catatan Singkat Lokakarya Audit Mutu Internal di Pulau Dewata (Bagian Satu)

Menikmati suasana keakraban dan kebersamaan dalam keragaman agama dan suku bersama Dosen Universitas Kristen Petra (Kristen-Tionghoa), Universitas Dhyana Pura Bandung (Hindu-Bali), dan Universitas Artha Wacana (Kristen-Kupang) saat kegiatan “Lokakarya Audit Mutu” di Pulau Dewata pada hari pertama, (Senin/09/10/2017), bagi Dosen Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) merupakan kebahagiaan tersendiri. Apalagi kegiatan seperti ini masih begitu “baru” bagi sebagian peserta dari UYP. Karena ini bukan sekedar temu fikir atau saling tukar pandang tentang penjaminan mutu semata. Namun merupakan jalinan persahabatan yang nantinya diharapkan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu Universitas masing-masing. Kegiatan yang diprakarsai oleh Kemenristek-Dikti dan UK Petra melalui Program Hibah Asuh Menuju Kampus Unggul yang dikuti 30 peserta dari tiga kampus yang berbeda ini, rencananya akan diselenggarakan selama tiga hari, tanggal 09-11 Oktober 2017, dengan menghadirkan Dua orang narasumber yang kompeten dibidangnya, yakni Dr. Jenny Mochtar dan Ir. Emmy Hosea, M.Eng.Sc.

Di hari pertama secara keseluruhan, materi yang disampaikan oleh kedua narasumber sangat komprehensif, berkaitan dengan Teori Audit Mutu, Teori Perencanaan Audit Mutu Internal dan Tahap Pelaksanaan Audit Mutu Internal. Bahkan dalam mempersiapkan kegiatan, panitia dari UK Petra telah memberikan layanan dan jamuan sungguh luar biasa kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai  latar belakang daerah dan agama yang berbeda pula. Demikian juga peserta, meskipun berbeda keyakinan, mereka tidak canggung untuk saling bertegur sapa saat pertama kali bertemu di loby Swiss Bell Hotel Tuban-Bali.

Di awal kegiatan Dr. Jenny selaku narasumber pertama menyatakan, “selama ini sering kali ada perbedaan persepsi mengenai definisi audit, oleh karenanya pada kesempatan kali ini kita perlu menyatukan persepsi makna audit”, menurutnya proses audit mutu internal bukanlah penilaian/assesmen, melainkan proses pencocokan kesesuaian antara pelaksanaan dan perencanaan suatu kegiatan atau program. Perencanaan yang dimaksud adalah standart mutu yang sudah disusun dan disahkan oleh pihak Universitas. Melalui pelatihan Audit Mutu internal ini diharapkan “kampus dapat melakukan penjaminan mutu internal sesuai dengan pasal  5 ayat  (1) Permenristekdikti  No. 62  Tahun  2016 tentang Standart Penjaminan Mutu (SPM) Pendidikan Tinggi”, ujarnya.

Pada sesi kedua yang dipandu oleh Ir. Emmy Hosea, M.Eng.Sc., suasana kegiatan terlihat semakin akrab. Karena sebelum materi dimulai, perempuan enrgik yang akrab dipanggil Bu Emmy, mempersilahkan seluruh peserta memperkenalkan diri kepada peserta yang lain. Setelah peserta saling mengenal kemudian dilanjutkan materi Tahapan Pelaksanaan Audit Mutu Internal dan pembetukan enam kelompok masing-masing terdiri dari lima peserta. Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari dokumen standart dari Universitas yang berbeda. Semisal Dosen dari UYP memposisikan sebagai Auditor mempelajari dokumen Standart proses pembelajaran Universitas Artha Wacana Kupang. Dari hasil kajian standart inilah kemudian Auditor dari UYP menyusun chek-list pertanyaan sebagai salah satu persiapan sebelum proses simulasi Audit yang rencananya akan dilaksanakan pada hari kedua.