Pelajar Stres? Kemdikbud Uji Petik UN

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan melakukan uji petik pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini. Selain untuk mengetahui psikologis anak saat menghadapi UN, hasil uji petik ini juga akan dijadikan alat untuk mematahkan anggapan banyak pihak yang menilai UN memicu stres.

Dalam jumpa pers pelaksanaan UN yang digelar sore tadi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menjelaskan, tim yang akan melakukan uji petik ini akan diatur oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Nantinya, setiap siswa akan diberikan angket yang wajib diisi saat sebelum dan setelah pelaksanaan UN. “Uji petik UN dilakukan dengan tim yang telah didesain oleh Balitbang, dan PTN. Kita sebarkan angket, tapi tak boleh mengganggu pelaksanaan UN,” kata Nuh, Kamis (12/4/2012), di gedung Kemdikbud, Jakarta.

Selanjutnya, kata Nuh, hasil uji petik ini nantinya akan dikirim kepada pemerintah pusat untuk kemudian diolah datanya. Tim yang menangani uji petik akan melakukan kroscek, sekaligus mengetahui karakteristik peserta UN apakah menjadi stres atau tidak. “Kita akan ketahui karakteristik psikologis anak. Apa yang dipersoalkan oleh MA soal faktor psikologi yang ditimbulkan UN dapat diukur,” ujarnya.

Seperti diberitakan, banyak pihak yang kontra pada pelaksanaan UN. Hal itu dilandasi banyak faktor, salah satunya karena UN dinilai dapat memicu stres pada anak usia sekolah. Bahkan di sejumlah kasus, ada beberapa anak yang memutuskan bunuh diri lantaran tidak lulus UN. Terkait itu, Mahkamah Agung (MA) memutuskan UN tetap boleh dijalankan dengan catatan Pemerintah harus meningkatkan kualitas guru, akses informasi, dan peningkatan sarana prasarana pendidikan di seluruh Indonesia. [kompas.com]