Pelatihan Membuat Es Krim Rumput Laut

Pasuruan, 10 Nopember 2016.

Rumput laut merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki oleh kabupaten Pasuruan. Oleh karenanya, banyak orang yang tinggal di pesisir pantai Pasuruan yang berprofesi sebagai petani rumput laut. Hal ini disebabkan karena mereka membudidayakan rumput laut dan memanennya ketika masa panen tiba untuk dijual di pasaran.

Rumput laut bisa diolah menjadi aneka makanan dan minuman yang nikmat, seperti es rumput laut, agar-agar, tumis rumput laut, mie rumput laut, sushi, snack rumput laut dan masih banyak lagi. Namun, siapa yang menyangka biota laut yang banyak digunakan untuk membuat agar-agar ini ternyata juga mempunyai manfaat yang melimpah dan dapat diolah menjadi es krim rumput laut.

Melalui kreasi Dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THPI), rumput laut diolah menjadi es krim dengan tampilan yang meyakinkan. Ir. Ernawati, MP. Selaku Kepala Program Studi THPI Universitas Yudharta menginisiasi Pelatihan membuat Es krim Rumput Laut bekerja sama dengan Mashudi, SP. selaku Wakil Kepala Ketrampilan MA Darut Taqwa. Bersama dengan 20 Siswa dari MA Darut Taqwa kegiatan ini diselenggarakan di laboratorium Teknologi Pangan Universitas Yudharta pada pukul 08.00-11.00 WIB.

Beberapa waktu yang lalu juga pernah diadakan kegiatan yang serupa memanfaatkan rumput laut namun dengan peserta yang berbeda (SMA Darut Taqwa). Adapun narasumbernya langsung dipimpin oleh kaprodi THP sendiri Ir. Ernawati, MP.

“Kegiatan yang seperti ini sering kami adakan di kampus kami. Dengan tujuan untuk menambah ketrampilan siswa-siswi agar lebih terampil dalam memanfaatkan olahan pertanian yang ada di rumahnya sendiri. Alasan pelatihan ini mengambil pemanfaatan rumput laut dikarenakan produk rumput laut di Pasuruan itu melimpah namun kemampuan dalam pengolahannya masih rendah sehingga kebanyakan nelayan menjualnya di luar Pasuruan. Ke depannya kami akan adakan pelatihan membuat bakso ikan yang juga pesertanya dari Lembaga yang ada di bawah naungan Darut Taqwa sendiri” Tutur Erna.