Perkuat Kerja Sama, Yudharta-Petra Gelar Dialog Umat Beragama

Upaya menumbuhkan rasa saling menghargai dan menghormati antar umat beragama menciptakan persatuan antar umat beragama serta memperkokoh kehidupan berbangsa dan bernegara dalam konteks keanekaragaman keyakinan di Indonesia, Universitas Yudharta dan Universitas Kristen Petra menyelenggarakan kegiatan  Dialog Umat Beragama Tingkat Mahasiswa yang bertempat di Gedung Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan dengan tema “Merajut Keragaman Untuk Membangun Peradaban Bangsa”.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (29/10/2016) bertujuan, pertama, memperkuat kerja sama UYP dan UK Petra, kedua, membantu kesalingpahaman diantara umat beragama yang berbeda khususnya para Mahasiswa, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan diantara mereka, ketiga,   mempersatukan antara umat beragama di Indonesia serta untuk memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang akhir-akhir ini menghadapi berbagai ancaman.
Saat dikonfirmasi, Marzuki salah satu panitia kegiatan ini mengatakan “sebanyak 21 mahasiswa dan dua Dosen UK Petra akan hadir dalam kegiatan ini, sebelum menuju ke Aula mereka akan bersilaturrahim ke KH. Soleh Bahruddin selaku Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah”
Saat ceremonial pembukaan acara ini dihadiri oleh Saifulah selaku Rektor Univ. Yudharta bersama jajarannya dan Bedjo selaku Kepala Unit Kerohanian UK Petra. Dalam sambutannya Bedjo mengaku terkesan dengan sambutan yang amat santun dan ramah yang ditunjukkan Kyai Soleh “terima kasih kami sampaikan kepada seluruh jajaran akademik Yudharta, dan pengalaman yang langkah kami dapatkan disini adalah saat berkunjung ke Kyai Soleh yang amat santun dan ramah menerima kami sebagaimana adanya”
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pembukaan dan sambutan-sambutan perwakilan dari masing-masing kampus dan pembacaan teks sumpah pemuda yang dipimpin oleh Sdr Jamaluddin dan diikuti oleh seluruh Mahasiswa Yudharta dan UK. Petra. Kemudian dilanjutkan acara dialog antar mahasiswa dengan mahasiswa dan mahasiswa dengan Dosen. Amat terasa kehangatan dan keakraban dalam kegiatan ini meskipun mereka berbeda keyakinan. Ada tiga tema menarik yang didiskusikan para peserta diantaranya, pengalaman praktek keberagamaan sebagai wacana ilmiah, Pancasila dalam perspektif keyakinan masing-masing, dan isu-isu Kontemporer seperti pluralistik, terorisme, atheism.