Ratusan Pendekar Pagar Nusa Gelar Latihan Gabungan

Pasuruan, 23 Oktober 2016. Dalam rangka memperingati hari santri nasional yang jatuh pada 22 Oktober, UKM pagar nusa Yudharta menggelar latihan gabungan pencak silat pagar nusa se kabupaten Mojokerto dan Pasuruan. Tempat acaranya di Aula Pancasila Yudharta. Pesertanya kebanyakan dari organisasi pagarnusa ekstrakulikuler sekolah.

Acara yang dihadiri sekitar 500 peserta tersebut tersebut dimulai dengan pemanasan lari mengelilingi dusun Kembangkuning Sengonagung. Selanjutnya diadakan pertunjukan pencak silat dari masing-masing delegasi sub rayon kecamatan, beserta didampingi pelatihnya yang juga ikut memperagakan gerakan-gerakan silat khas Pagar Nusa. Acara berikutnya tanding uji coba pencak silat. Peserta diminta untuk bertarung melawan peserta lain yang berbeda sub rayon. Dalam tanding uji coba ini tidak untuk mencari pemenang kejuaran melainkan untuk menjalin persaudaraan pencak silat pagar nusa Mojokerto dengan Pasuruan dan untuk mengetahui sejauh mana pelatihnya dalam membimbing peserta didiknya.

Tentu saja pelatih Pencak silat Pagar Nusa mengajarkan bela diri tidak untuk berkelahi namun untuk melestarikan budaya pencak silat pagar nusa yang pendirinya adalah orang Nahdlatul Ulama dan untuk mempertahankan diri sendiri dari mala bahaya.

Pergelaran pencak silat tersebut bertemakan mensinergikan tali silaturrahmi sebagai wujud persatuan. Menurut Sirajul Hikam, selaku panitia penyelenggara “Momen latihan gabungan ini memang sengaja dilaksanakan dalam rangka memperingati hari santri. Tujuannya adalah untuk menjalin persaudaran santri pencak silat pagar nusa dan agar bisa bersatu untuk ikut serta mempertahankan NKRI dari perspektif pencak silat. Selain itu untuk memperkenalkan Pagar Nusa kepada masyarakat, bahwa pencak silat itu tidak mengajarkan berkelahi tapi untuk membela diri sendiri dari bahaya. Acara ini memang baru pertama kali diadakan, karena hari santri baru tahun ini. Harapan kami selajutnya adalah semoga pencak silat Pagar Nusa bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia dalam seni bela diri”.