Sekolah, Jangan Coba-coba Curang!

Universitas Negeri Semarang dan Universitas Diponegoro Semarang memastikan, sekolah yang berlaku curang pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan akan terdeteksi. Ketua Panitia SNMPTN Undangan Unnes Suhadi mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan adanya sekolah yang melakukan tindakan kecurangan.

“Sampai saat ini, kami memang belum menemukan ada sekolah yang melakukan kecurangan pada SNMPTN tahun ini. Tahun lalu kebetulan juga tidak kami temukan,” kata Suhadi, Minggu (18/3/2012), di Semarang, Jawa Tengah.

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah mengambil data pendaftar yang terkumpul di pusat pada Kamis (15/3/2012) lalu. Setelah itu, data-data akan diverfikasi ulang untuk menentukan pendaftar yang lolos dan tidak, disertai pengecekan ke lapangan untuk memastikan validitasnya.

Menurut Suhadi. nilai-nilai yang dimanipulasi pasti akan segera terdeteksi. Sebab, ada sistem yang segera menangkap jika ada kejanggalan-kejanggalan terhadap nilai.

“Nilai-nilai yang janggal akan terlihat oleh sistem, setelah itu kami kroscek ke sekolah yang bersangkutan untuk memastikan. Pihak sekolah tidak bisa lagi mengelak jika terbukti melakukan kecurangan,” tegas Suhadi.

Akan tetapi, kata dia, nilai yang dicurigai janggal belum tentu sengaja dimanipulasi sekolah. Menurutnya, ada kemungkinan terjadi kesalahan saat input  data. Oleh karena itu, survei langsung ke lapangan dinilainya sangat penting untuk memastikan.

“Bisa jadi sekolah salah memasukkan data, namun itu biasanya salahnya satu-dua. Kalau salahnya banyak bisa dipastikan sekolah sengaja memanipulasi. Kalau sengaja ya sekolah berniat curang,” katanya.

Jika ditemukan sekolah yang bertindak curang, akan dilaporkan kepada panitia pusat untuk diputuskan pemberian sanksinya berupa blacklist alias masuk daftar hitam sekolah yang tak bisa mendaftar SNMPTN undangan dalam waktu yang ditentukan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LP2MP) Universitas Diponegoro, M Arifin mengatakan, pada SNMPTN 2011 pihaknya berhasil mengidentifikasi tiga sekolah yang berlaku curang.

Ia menjelaskan, awalnya mendapatkan keluhan ada sekolah-sekolah yang melakukan kecurangan nilai pada SNMPTN. Setelah itu dilakukan pengecekan di lapangan dan terbukti ada tiga sekolah yang curang.

“Ya sesuai aturannya, kami laporkan sekolah yang curang itu kepada panitia pusat yang kemudian melakukan blacklist. Ketiganya diblokir tidak bisa mengikuti SNMPTN tahun ini,” kata Arifin.

Ia mengingatkan, sekolah yang melakukan kecurangan akan merugikan banyak pihak, terutama para siswa.

“Karena itu, kami berharap tidak ada lagi sekolah yang melakukan kecurangan nilai pada SNMPTN tahun ini. Sebab, kalau sampai terbukti dan diketahui curang yang rugi sekolah yang bersangkutan,” kata Arifin. [kompas.com]