Sosialisasi Pendidikan Komunitas

Surabaya 14-15 November 2011–Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama mengadakan sosialisasi Pendidikan Komunitas (Community College) di Surabaya.

Sosialisasi yang berlangsung selama dua hari ini merupakan rangkaian pertama dari tiga agenda sosialisasi Pendidikan Komunitas Ditjen Dikti. Kegiatan ini selain dihadiri tim Pendidikan Komunitas Ditjen Dikti, juga dihadiri pemangku kepentingan Pendidikan Komunitas di daerah, seperti Direktur Politeknik, Kepala Bapeda, Sekretaris Daerah, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan dari Indonesia bagian tengah serta perwakilan dari beberapa Industri.

Akademi Komunitas merupakan lembaga pendidikan 2 (dua) tahun yang disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama komunitas, baik masyarakat maupun industri. Akademi komunitas ini bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan daerah masing-masing, memberikan kesempatan kepada tenaga kerja pada suatu komunitas khusus atau komunitas tertentu serta, mendorong tumbuhnya Usaha Kecil Menengah(UKM) di daerahnya. Dengan adanya Akademi Komunitas ini juga akan memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi.

Mewakili Direktur Kelembagaan dan Kerjasama, sosialisasi Pendidikan Komunitas di Surabaya dibuka secara resmi oleh Kasubdit Program dan Evaluasi Slamet Sholeh. Dalam sambutannya, Slamet Sholeh berharap dengan adanya sosialisasi ini Akademi Komunitas ini dapat diterima dan dipahami lebih baik oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat.

Direktur SEAMOLEC yang juga merupakan penggerak Pendidikan Komunitas di Indonesia Gatot Priowirjanto  menyatakan bahwa Pendidikan Komunitas di Indonesia di Indonesia sejak tahun 2000 dengan nama Pendidikan Vokasi Berkelanjutan (PVB) dengan lama studi selama 1 tahun. Seiring dengan perubahan kebutuhan di masyarakat dan industry, pada tahun 2010, ini berubah menjadi Pendidikan Komunitas 2 (dua) tahun. Pada tahun 2015, diharapkan telah tumbuh 269 Pendidikan Komunitas di seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Majelis Dewan Pendidikan Tinggi Richardus Eko Indrajit menjelaskan beberapa bentuk Community College yang ada di berbagai negara seperi Amerika Serikat, Inggris dan Malaysia. Eko menjelaskan konsep Community College yang akan diterapkan di Indonesia dan tantangan yang dihadapi saat ini. Melalui Pendidikan Komunitas diharapkan lulusannya tidak hanya mampu bersaing di dunia industri dan dunia usaha, namun juga dapat menjadi jembatan menuju perguruan tinggi. Beberapa perwakilan Politeknik yang berhasil membina Pendidikan Komunitas di Indonesia seperti Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Politeknik Manufaktur Bandung ikut membagikan ilmu yang mereka miliki kepada peserta sosialisasi. Tak ketinggalan alumni Pendidikan Komunitas yang telah sukses juga turut serta memberikan inspirasi, ada yang sukses menjadi pegawai baik negeri maupun swasta dan ada juga yang sukses dalam berwirausaha.[kopertis12]

Comments