dscf3912

Wisuda Sarjana 2016 Universitas Yudharta Sukses dilaksanakan

Sabtu 24 Desember 2016, Universitas Yudharta Pasuruan berhasil mengantarkan 399 mahasiswanya menuju panggung wisuda. Acara tersebut bertempat di gedung Aula Pancasila Yudharta. Rapat Senat tersebut dihadiri oleh Bupati Pasuruan, Syekh Mursyid Thoriqah Dr. Muhammad Fadhil dan Dr. Urib Santoso sebagai pembicara orasi ilmiah.

Wisuda tersebut diawali dengan kirab wisudawan-wisudawati. Selanjutnya lantunan lagu Indonesia Raya, berikutnya sambutan dari Rektor Universitas Yudharta Dr. Saifullah M.HI.

Dalam sambutannya beliau mengatakan “Ilmu yang kalian dapatkan selama 4 tahun ini harus bisa diamalkan. Jangan sampai tidak gunakan biar tidak kehilangan arah apalagi sampai nganggur (tidak berprofesi). Kalau memang anda masih belum berkeinginan melanjutkan ke S2, diharapkan anda mampu mendapatkan pekerjaan (profesi) sesuai dengan keilmuannya. Lebih diharapkan lagi anda membuka lapangan pekerjaan sendiri”.

Setelah itu, prosesi penyematan kepada 399 wisudawan-wisudawati. Pada sela acara prosesi penyematan, Dr. Muhammad Fadhil memberikan sambutan sekaligus pengijazahan (pemberian sanad keilmuan) kitab Tafsir Al-Jailani karya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani kepada KH. Sholeh Bahruddin dan seluruh tamu undangan.

Dilanjutkan acara berikutnya, lantunan lagu Himne Yudharta yang disuarakan oleh paduan suara Mahasiswa Yudharta. Himne Yudhara bisa didownload di sini.

Selanjutnya Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Dr. Urib Santoso. Dalam pidatonya beliau menyampaikan bahwa perguruan tinggi sebagai soko guru tata kelola yang baik untuk mengembangkan good corporate governance (tata kelola perusahaan yang baik). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, saka dalam bahasa jawa diartikan sebagai tiang rumah. Selanjutnya saka guru diartikan sebagai tiang utama rumah dan dalam arti kiasan saka guru diartikan sebagai sesuatu yang menjadi penegak atau pengukuh. Dengan demikian Perguruan tinggi dalam konteks ini Perguruan tinggi sebagai sesuatu yang menguatkan atau yang dipakai untuk memperkuat Tata Kelola Yang Baik. Tutur Dr. Urip.

Wisuda tersebut ditutup dengan mauidhotul khasanah dan doa oleh KH. Sholeh Bahruddin. Dalam pidatonya Beliau mengatakan Universitas Yudharta ini didirikan dengan tujuan agar warga NU bisa menjadi sarjana sehingga menjadi pemain tidak hanya menjadi penonton, artinya warga NU harus ikut berpartisipasi dalam pemerintahan, pendidikan, dan mencerdaskan bangsa, yang semua itu dibutuhkan dengan syarat ijazah sarjana. Beliau juga menuturkan tegaknya agama dan bangsa ini disebabkan oleh 4 golongan, yaitu Ulama (ilmuan), pemerintahan, penegak hukum (TNI/Polri), dan pengusaha.