Yudharta Menggelar Kuliah Tamu Thariqah Naqsabandiyah Malaysia-Indonesia

Dalam rangka memeriahkan rangkaian acara dies natalis, Universitas Yudharta mengadakan pertemuan pemimpin mursyid thariqah Naqsabandiyah Malaysia dan Indonesia.

Acara yang bertempat di aula Pancasila tersebut diselenggarakan pada hari Senin 21 Maret 2017, dengan kisaran jumlah peserta 500 orang.

Pertemuan thariqah tersebut mendatangkan tuan guru Dr. Hj. Jadid Sidek Al-Khalidi. Beliau adalah seorang profesor yang sekaligus tuan guru mursyid thariqah Nadsabandiyah Khalidiyah Malaysia. Beliau juga pendiri Pusat perawatan Islam Malaka yang berperan sebagai pusat kesehatan dan penyembuhan ala thariqah.

Beliau datang tidak sendirian namun disertai para rombongannya yang organisasinya dinamai dengan Persatuan Kebajikan Bina Budi Malaysia.

Acara ini diawali dengan pembacaan shalawat thariqah kemudian pembacaan ayat suci Al Qur’an, lagu kebangsaan Indonesia, lagu kebangsaan Malaysia, sambutan Rektor dan perwakilan dari Malaysia. Lalu kuliah tamu yang dinarasumberi oleh Tuan guru Dr. Hj. Jadid Sidek Al-Khalidi dan KH. Sholeh Bahruddin.

Dalam Pidato tuan guru Dr. Hj. Jadid Sidek Al-Khalidi mengatakan “Salah satu hal yang perlu dipahami dalam berthariqah adalah pemahaman tentang musyahadah. Yang dimaksud Musyahadah adalah sebagaimana yang disebutkan dalam hadist yang artinya beribadahlah seakan-akan engkau melihat Nya. Namun jika tidak bisa yakinkan dirimu bahwa Allah pasti melihatmu. Jadi Musyahadah adalah sesorang merasa bahwa dia seakan-akan melihat Allah tapi tidak bisa melihat dengan mata kepala ataupun dengan mata hati”.

KH. Sholeh Bahruddin juga menambahkan “hubungan syariah, thariqah dan hakikat itu bagaikan segitiga sama sisi. ketiganya harus seimbang dan tidak berseberangan antara syariah, thariqah dan hakikat. Ketiganya itu bisa diibaratkan syariah adalah ucapan nabi, thariqah adalah pekerjaan nabi, hakikat adalah haliyah (tingkah laku) nabi”.