LPPM Selenggarakan Ujian Serentak KKN-UYP 2017

Hari ini Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Yudharta Pasuruan mengadakan ujian Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2017. Dengan jumlah kelompok KKN 19 kelompok, maka tempat ujian KKN kali ini berpencar menjadi lima tempat, di gedung baru dan rektorat Universitas Yudharta Pasuruan (18/09).

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk aktivitas perkuliahan kurikuler dengan design tertentu yang lebih bersifat praktis interdisipliner sebagai salah satu langkah pendidikan keterampilan bermasyarakat untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Kuliah kerja nyata (KKN) merupakan praktek penerapan ilmu yang bersifat interdisipliner dan dikembangkan oleh seluruh jurusan atau program studi sebagai bagian dari program pendidikan di Perguruan Tinggi secara keseluruhan.

Kegiatan KKN tentu sangan diperlukan oleh masyarakat, yakni guna mendapatkan bantuan berupa sumbangan fikiran dan tenaga yang dapat membantu masyarakat mengembangkan fikiran, pola berfikir, dan potensi masyarakat dalam bidang-bidang keagamaan, pemerintahan, ataupun sosial, ekonomi, budaya dan kemasyarakatan.

Output pada ujian KKN kali ini berbasis Maritim, artinya semua hasil atau produk KKN berupa hasil kelautan, atau yang berhubungan dengan laut, ada yang menghasilkan ice cream singkong, produk garam, abon tongkol, kerupuk jambu merah, nugget lele, bunga keresek, peningkatan UMKM di wilayah Grati, Lekok dan Rejoso. “Memang KKN kali ini ditempatkan di wilayah Kabupaten Pasuruan, Tujuannya untuk meningkatkan sumber daya manusia, sehingga Kabupaten Pasuruan bisa meningkat, baik di sektor sumber daya manusianya, maupun disektor perekonomiannya, kata dosen muda humoris bernama Mukhid.

 

Salah satu kelompok yang di uji oleh Dr. H. Saifullah, M.HI (Rektor UYP), Nurrohmat Nuzil, M.AB (Dosen Administrasi Bisnis), Abdillah Mundir, SE., ME (Kepala Percetakan UYP)

Setiap kelompok mempunyai program kerja yang berbeda, sesuai dengan lokasi yang ditempati, namun kebersamaan untuk mengibarkan nama Yudharta Pasuruan tetap eksis, untuk mencapai tersebut, seluruh peserta KKN berlomba-lomba untuk menunjukkan kelompok mana yang paling unggul. “walaupun kita presentasi terakhir, dengan program kerja yang begitu cukup, sesuai dengan opservasi di tempat kami, maka kami mempunyai 24 program kerja yang telah dibuat dan di jalankan, semoga program kerja yang kita buat menjadi manfaat dan berkah”. Ujar Anas.