FGD Pascasarjana Yudharta dan Lintas Agama

Program Pascasarjana Magister PAI Universitas Yudharta Pasuruan mengadakan FGD (Forum Grup Diskusi) Bersama lintas agama, Suku Tengger dan Tionghoa di Aula Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan. Acara ini sebagai bentuk diskusi yang selanjutnya menuju realisasi. 25/11/2017

Dalam FGR yang bertema Kontruksi Multikultural Indonesia Prespektif Pasuruan, membahas tentang Radikalisme. Radikalisme adalah paham atau ideologi yang menuntuk perubahan dan pembaruan sistem sosial dan politik dengan cara kekerasan. Secara bahasa kata Radikalisme berasal dari bahasa Latin, yaitu kata “radix” yang artinya akar. Ensensi dari radikalisme adalah sikap jiwa dalam mengusung perubahan. Dalam kesempatan ini Pendeta Bram mengemukakan tentang ciri-ciri radikalisme adalah mereka menganggap bahwa semua yang bertentangan dengannya bersalah, dan menolah perbedaan, menggunakan kekerasan dalam mewujudkan keinginannya. “Sebenarnya kesempitan mereka berfikir, Ada yg harus ditangkal. Yaitu dia tidak suka membaca, orang yang berpandangan radikalisme harus bisa menghormati orang lain. Obat untuk menangkal radikalisme adalah merawat perbedaan, karena radikalisme cara pandanganya adalah mono, yang tidak suka berbedaan”. Ungkap pendeta Bram dari GKJW Pandaan.

Gambaran dari acara ini dimulai dengan pembukaan, yang disampaikan oleh tokoh multikultural Internasional KH. Sholeh Bahruddin (pengasuh pondok pesantren Ngalah Pasuruan), pada acara berikutnya disambung dengan diskusi tentang kontruksi multikultural, diskusi ke dua tentang terorisme dan radikalisme, sesi ke tiga adalah paparan hasil diskusi kelompok, dan terakhir ditutup dengan MoU antara Pascasarjana Magister PAI dengan tokoh-tokoh lintas agama.