Mahasiswa PAI Studi Lapangan Pendidikan Multikultural di Wilayah Suku Tengger Tosari

Pasuruan, Yudharta- Sebanyak 60 mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Yudharta Pasuruan melaksanakan studi lapangan di wilayah Suku Tengger, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari pada Senin, 03 Juli 2024 ini bertujuan untuk memahami dan mengapresiasi praktik pendidikan multikultural yang diterapkan oleh masyarakat Suku Tengger.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal, mengunjungi tempat upacara adat, dan mempelajari berbagai nilai serta tradisi yang dijunjung tinggi oleh Suku Tengger. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mendalami bagaimana konsep toleransi dan keberagaman diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat yang mayoritas beragama Hindu tersebut.

Dr. Ahmad Marzuki, Dosen pembimbing yang mendampingi mahasiswa, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Universitas Yudharta untuk memperkaya wawasan mahasiswa tentang pentingnya pendidikan multikultural. “Melalui pengalaman langsung ini, mahasiswa diharapkan dapat melihat bagaimana masyarakat Tengger mengelola perbedaan dan menjadikannya sebagai kekuatan dalam menjaga keharmonisan sosial,” ujarnya.

Salah satu mahasiswa peserta, Miftahu Rahmah, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap kearifan lokal yang dimiliki Suku Tengger. “Ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Kami belajar banyak tentang bagaimana masyarakat Tengger menjalankan kehidupan dengan penuh toleransi dan rasa saling menghormati meskipun berbeda agama dan budaya,” katanya.

Selain itu, mahasiswa juga mengadakan diskusi dengan tokoh adat dan pemuka agama setempat untuk menggali lebih dalam tentang peran pendidikan dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan tradisi Suku Tengger. Diskusi tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam menerapkan pendidikan multikultural di lingkungan mereka masing-masing.

Kegiatan studi lapangan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Suku Tengger. Kepala Desa Tosari, Bapak Rudi, menyatakan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari program ini. “Kami sangat senang bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan adik-adik mahasiswa. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan untuk mempererat hubungan antarbudaya,” ujarnya. Dengan terselenggaranya studi lapangan ini, diharapkan mahasiswa PAI Universitas Yudharta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran di masa depan. Studi lapangan ini juga menjadi bukti komitmen Universitas Yudharta dalam mengembangkan pendidikan yang inklusif dan berwawasan global.