{"id":15354,"date":"2023-07-14T09:10:00","date_gmt":"2023-07-14T02:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/yudharta.ac.id\/?p=15354"},"modified":"2023-07-14T09:10:00","modified_gmt":"2023-07-14T02:10:00","slug":"kyai-sholeh-era-digital-teori-harus-diimbangi-dengan-praktek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/kyai-sholeh-era-digital-teori-harus-diimbangi-dengan-praktek\/","title":{"rendered":"Ini Pesan Romo Kyai Sholeh Bahruddin Kepada Mahasiswa Saat Pemberangkatan KKN"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pasuruan, Yudharta-<\/strong> Pembina Yayasan Darut Taqwa Sengonagung yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah, KH. M. Sholeh Bahruddin memberikan pesan kepada 539 Mahasiswa, saat seremoni pemberangkatan KKN Universitas Yudharta Pasuruan yang berlangsung di Aula Pancasila, Senin (10\/07\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejumlah mahasiswa terbagi menjadi 25 kelompok yang akan melaksanakan KKN ini akan ditempatkan di 6 kecamatan di Kabupaten Pasuruan, diantaranya\u00a0Kecamatan Bangil, Kecamatan Beji, Kecamatan Kraton, Kecamatan Kejayan, Kecamatan Pohjentrek, dan Kecamatan Nguling. Selain itu juga di 4 Kecamatan di Kota Pasuruan, diantaranya Kecamatan Bugul Kidul, Kecamatan Gadingrejo, Kecamatan Panggungrejo dan Kecamatan Purworejo.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Web-Media-421.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-15342\" srcset=\"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Web-Media-421.jpg 700w, https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Web-Media-421-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sambutannya, beliau meminta mahasiswa yang mengikuti KKN di daerah yang\u00a0 ditempatkan untuk senantiasa menjaga kedisiplinan dan menunjukkan perilaku terpuji sebagai seorang yang\u00a0 terdidik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMahasiswa yang akan melaksanakan KKN mengedepankan adab atau tata krama,agar bisa diterima oleh masyarakat,\u201d ujar beliau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beliau juga berharap kepada mahasiswa agar saat berada di tempat KKN bisa memberikan dampak positif dalam permasalahan yang ada, bukan sebaliknya menjadi masalah di lokasi pelaksanaan KKN.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"400\" src=\"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Web-Media-430.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-15360\" srcset=\"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Web-Media-430.jpg 700w, https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Web-Media-430-300x171.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir tambah beliau, di Era Digitalisasi ini Mahasiswa harus bisa mengedepankan hal-hal berikut, diantaranya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Bertaqwa dan beretika biar tetep mulia, hal ini penting karena kita adalah santri yang harus bisa ada dalam masyarakat dan bisa menjadi panutan. <\/li>\n\n\n\n<li>Jangan hanya teori tapi harus diimbangi dengan praktek biar tidak kehilangan dengan yang lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Misi manusiawi biar tidak berbenturan dengan yang lainnya. Ini sesuai dengan hadist tadi nak bahwa sebagai makhluk kita harus bisa menghargai sesama dan hidup rukun agar damai<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasuruan, Yudharta- Pembina Yayasan Darut Taqwa Sengonagung yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah, KH. M. Sholeh Bahruddin memberikan pesan kepada 539 Mahasiswa, saat seremoni pemberangkatan KKN Universitas Yudharta Pasuruan yang berlangsung di Aula Pancasila, Senin (10\/07\/2023). Sejumlah mahasiswa terbagi menjadi 25 kelompok yang akan melaksanakan KKN ini akan ditempatkan di 6 kecamatan di Kabupaten Pasuruan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":15358,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[92],"tags":[1142,1708,115,106,117],"class_list":["post-15354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-kkn","tag-literasidigital","tag-uyp","tag-yudharta","tag-yudhartapasuruan-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15354"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15354\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15358"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}