{"id":20343,"date":"2018-10-12T18:54:51","date_gmt":"2018-10-12T11:54:51","guid":{"rendered":"https:\/\/yudharta.ac.id\/?p=7346"},"modified":"2018-10-12T18:54:51","modified_gmt":"2018-10-12T11:54:51","slug":"seminar-nasional-preparing-to-survive-in-the-revolution-of-industriy-4-0","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/seminar-nasional-preparing-to-survive-in-the-revolution-of-industriy-4-0\/","title":{"rendered":"Seminar Nasional Preparing to Survive in the Revolution of Industriy 4.0"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dunia industri Indonesia memasuki\nera baru yang disebut Revolusi Industri 4.0. hal ini dimulai sejak Presiden\nJoko Widodo meresmikan peta jalan yang disebut making Indonesia 4.0. Lewat\njalan itu, Presiden berharap sektor industri 4.0 bisa menyumbang penciptaan\nlapangan kerja lebih banyak serta investasi baru yang berbasis teknologi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lewat peta jalan itu, Presiden\nberharap sektor industri 4.0 bisa menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih\nbanyak serta investasi baru yang berbasis teknologi. Namun, implementasi\nindustri generasi keempat itu harus diikuti dengan pembentukan ekosistem yang\nsehat dan berkesinambungan, agar efektif dan dapat menggerakkan seluruh sektor\nekonomi. Tak semudah membalikkan telapak tangan, banyak persiapan yang harus\ndikerjakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk meningkatkan keilmuan mahasiswa\nEkonomi Syariah Universitas Yudharta\u00a0\nPasuruan, khususnya yang berkaitan dengan Revolution of Industriy 4.0, beberapa mahasiswa mengikuti seminar\nnasional dengan tema \u201c<em>Preparing to Survive in the Revolution of Industriy\n4.0<\/em>\u201d Selasa 9 Oktober 2018.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Acara ini diadakan oleh Dewan\nEksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Ekonomi dan\nBisnis Islam (FEBI) UINSA dalam rangka peringatan ulang tahun yang ke-4,\ndinarasumberi oleh Difi Ahmad Johansyah Kepala Kantor Perwakilan BI, Abdul\nHamid Hasan dari Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo, Arif Widodo Kepala Bagian\nPerencanaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur. Selain kegiatan Seminar\nNasional juga diwarnai dengan Pameran UMKM, mulai dari makanan ringan dan\nkerajinan tangan Masyarakat Sidoarjo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adam mahasiswa ESY UYP mengatakan\nbahwa, penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan menghadapi Revolusi\nIndustri 4.0. Hal ini yang melatar belakangi kegiatan ini sehingga dalam acara\nseminar juga perlu diselingi dengan pameran UMKM.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cRevolusi Industri 4.0 adalah\nsesuatu yang penting, makandari itu segala persiapan yang menunjang kesiapannya\njuga penting. Meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas sejak dini sangat perlu\nuntuk menghadapi perubahan yang sangat cepat\u201d ucap Adam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Difi Ahmad Johansyah Kepala\nKantor Perwakilan BI, menerangkan bahwa menurut satu tokoh teknologi di\nIndonesia ini, masyarakat Indonesia sebenarnya sudah terbiasa menggunakan\nteknologi, tapi belum memanfaatkannya secara optimal untuk urusan produktivitas\nyang dapat mengembangkan ekonomi. Padahal revolusi Industri 4.0 ini akan lebih\nmenguntungkan pelaku bisnis, karena dapat mengurangi biaya operasional. Apalagi\njika terjadi kolaborasi antarpemain industri. &#8220;Untuk itu perlu\nmemperhatikan karakteristik dan bentuk-bentuk perkembangan teknologi saat ini,\nagar dapat memanfaatkannya secara maksimal dan menyiapkan langkah-langkah\nantisipasi yang tepat,&#8221; ujar Kepala Kantor Perwakilan BI, kemarin.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dunia industri Indonesia memasuki era baru yang disebut Revolusi Industri 4.0. hal ini dimulai sejak Presiden Joko Widodo meresmikan peta jalan yang disebut making Indonesia 4.0. Lewat jalan itu, Presiden berharap sektor industri 4.0 bisa menyumbang penciptaan lapangan kerja lebih banyak serta investasi baru yang berbasis teknologi. Lewat peta jalan itu, Presiden berharap sektor industri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7348,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":{"footnotes":""},"categories":[92],"tags":[],"class_list":["post-20343","post","type-post","status-publish","format-image","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","post_format-post-format-image"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20343"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20343\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}