{"id":3781,"date":"2016-11-08T12:09:39","date_gmt":"2016-11-08T05:09:39","guid":{"rendered":"http:\/\/yudharta.ac.id\/?p=3781"},"modified":"2016-11-08T12:09:39","modified_gmt":"2016-11-08T05:09:39","slug":"penilaian-formatif-dan-penilaian-sumatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/penilaian-formatif-dan-penilaian-sumatif\/","title":{"rendered":"Penilaian Formatif Dan Penilaian Sumatif"},"content":{"rendered":"<p><strong>Oleh : <\/strong><strong>Ediyanto<\/strong><strong>, M.Pd<\/strong><\/p>\n<p>Penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesi\u00adnam\u00ad\u00adbungan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi ten\u00adtang proses dan hasil belajar siswa dalam mencapai tujuan pem\u00adbel\u00adajaran dan dalam rangka membuat ke\u00adputusan-keputusan intruksional berdasar\u00adkan kri\u00adteria dan pertimbangan tertentu<sup>1,2,10<\/sup>. Penilaian merupakan proses yang sistematis artinya penilaian harus di\u00adlakukan secara terencana dan bertahap serta berkelanjutan untuk dapat mem\u00adperoleh gambaran tentang perkembangan siswa<sup>2,10<\/sup>. Penilaian merupakan proses yang berke\u00adsinambungan artinya penilaian harus dilakukan secara terus-menerus sepanjang rentang waktu penilaian<sup>2<\/sup>.<\/p>\n<p>Prinsip-prinsip penilaian adalah mendidik, terbuka, menyeluruh, terintegrasi, objektif, sistematis, dan berkesinambungan<sup>2,10,12<\/sup>. Mendidik artinya proses penilaian hasil belajar harus memberikan sum\u00adbangan positif pada peningkatan pencapaian hasil belajar siswa. Terbuka artinya prosedur penilaian, kriteria penilaian ataupun dasar peng\u00adambilan keputusan harus disampaikan secara transparan dan diketahui oleh pihak-pihak terkait. Menyeluruh artinya penilaian hasil belajar yang dilakukan harus meliputi as\u00adpek kompetensi yang akan dinilai. Terintegrasi artinya penilaian tidak hanya dilakukan se\u00adte\u00adlah siswa menyelesaikan pokok bahasan tertentu, tetapi selama pro\u00adses pembelajaran. Objektif artinya proses penilaian yang dilakukan harus meminimalkan pengaruh-pengaruh atau pertimbangan subjektif dari penilai dan tidak ada siswa yang diuntungkan atau dirugikan.<\/p>\n<p>Tujuan penilaian adalah mengetahui tingkat pemahaman konsep siswa terhadap materi yang telah diberikan<sup>2,9,10<\/sup>. Penilaian memberikanumpan balik kepadaguru dan siswa tentang kemajuan dalam rangka mendukung pembelajaran selanjutnya. Selain itu, penilaian dapat mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar siswa dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Penilaian dapat mendiagnosis keunggulan dan kelemahan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Keunggulan siswa dapat dijadikan dasar bagi guru untuk memberikan pembinaan dan pengembangan lebih lanjut (pengayaan), sedangkan kelemahan siswa dapat dijadikan acuan untuk memberikan bantuan atau bimbingan (<em>remedial<\/em>). Kemudian penilaian dapat menyeleksi atau memilih dan menentukan siswa yang sesuai dengan jenis dan pendidikan tertentu.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Penilaian Formatif<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Penilaian formatif adalah aktivitas guru dan siswa yang dimaksudkan untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses belajar berlangsung. Penilaian ini akan memberikan umpan balik bagi penyempurnaan program pembelajaran<sup>2,4,7<\/sup>, mengetahui dan mengurangi kesalahan yang memerlukan perbaikan<sup>14<\/sup>.<\/p>\n<p>Tujuan penilaian formatif adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran, bukan hanya untuk menentukan tingkat kemampuan siswa. Selain itu, penilaian formatif bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai kekuatan dan kelemahan pembelajaran yang telah dilakukan dan menggunakan informasi tersebut untuk memperbaiki, mengubah atau memodifikasi pembelajaran agar lebih efektif dan dapat meningkatkan kompetensi siswa.<\/p>\n<p>Hasil penilaian formatif ini bermanfaat bagi guru dan siswa. Manfaat bagi guru yaitu guru akan mengetahui sejauh mana bahan pelajaran dikuasai dan dapat memperkirakan hasil penilaian sumatif. Jika guru mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai materi pelajaran, maka guru dapat membuat keputusan, apakah suatu materi pembelajaran perlu diulang atau tidak. Jika harus diulang, guru juga harus memikirkan strategi pembelajaran yang akan ditempuh. Penilaian formatif merupakan penilaian hasil belajar dari kesatuan-kesatuan kecil materi pelajaran. Beberapa hasil penilaian formatif dapat dipergunakan sebagai bahan untuk memperkirakan penilaian sumatif. Manfaat bagi siswa yaitu mengetahui susunan tingkat bahan pelajaran, mengetahui butir-butir soal yang sudah dikuasai, dan butir-butir soal yang belum dikuasai. Hal ini merupakan umpan balik yang sangat berguna bagi siswa, sehingga dapat diketahui bagian-bagian yang harus dipelajari kembali secara individual.<\/p>\n<p>Penilaian formatif melibatkan proses mencari dan menginterpretasikan bukti-bukti yang digunakan siswa dan guru untuk memutuskan posisi siswa dalam pembelajarannya, kemana siswa perlu melangkah dan bagaimana cara terbaik untuk mencapainya<sup>3<\/sup>. Lebih lanjut ditekankan bahwa agar penilaian formatif lebih efektif, guru harus terampil dalam menggunakan strategi penilaian yang bervariasi. Strategi penilaian tersebut dalam penilaian formatif bisa berupa observasi, diskusi siswa, umpan balik, <em>self assessment<\/em> dan <em>peer assessment<\/em><sup>7,14<\/sup><em>.Self assessment <\/em>merupakan hal penting yang dilakukan siswa dalam upaya menyadari adanya <em>gap<\/em>. Guru berperan untuk mengkomunikasikan tujuan pembelajaran dan mendorong siswa untuk melakukan <em>self assessment <\/em>dalam upaya mencapai tujuan. Umpan balik perlu dilakukan di dalam kelas oleh guru dan siswa secara timbal balik. Pemberian umpan balik dapat memotivasi siswa untuk belajar, mendorong siswa untuk tertarik pada pembelajaran, meningkatkan hasil belajar, menimbulkan optimisme, <em>self regulating learning<\/em>, dan mengembangkan potensi metakognisi<sup>3,13<\/sup>.<\/p>\n<p>Keberhasilan penggunaan penilaian formatif sangat tergantung kemampuan guru mengorganisasi siswa dalam pembelajaran. Terdapat lima faktor kunci yang dapat meningkatkan pembelajaran melalui penilaian formatif<sup>4<\/sup>. Kelima faktor kunci tersebut adalah: (a) menyediakan umpan balik yang efektif untuk siswa, (b) secara aktif melibatkan siswa dalam pembelajaran, (c) mengatur pembelajaran yang memungkinkan siswa memperoleh nilai baik ketika dilakukan penilaian, (d) memperkenalkan pengaruh besar penilaian terhadap motivasi, dan (e) mempertimbangkan kebutuhan siswa untuk menilaidirinya sendiri dan untuk memahami bagaimana cara meningkatkan hasil belajarnya.<\/p>\n<p>Umpan balik adalah informasi tentang kesenjangan antara tingkat aktual dan tingkat referensi siswa<sup>14<\/sup> atau kesenjangan kondisi siswa sekarang dengan tujuan-tujuan dan standar pembelajaran<sup>11<\/sup>. Siswa menghasilkan umpan balik internal dalam kegiatan pembelajaran dan penilaian. Umpan balik formatif terkait erat dengan penilaian formatiftetapi juga dapat berpotensi untuk digunakan sebagai penghubung antara penilaian sumatif dan pengembangan formatif<sup>9<\/sup>.<\/p>\n<p>Umpan balik merupakan elemen yang penting dalam penilaian formatif<sup>8,14<\/sup>. Kriteria umpan balikyang baiksebagai berikut.<\/p>\n<ol>\n<li>Membantu menjelaskan kinerja yang baik<\/li>\n<li>Memfasilitasi pengembangan self-assessment (refleksi) dalam belajar;<\/li>\n<li>Memberikan informasi yang berkualitas tinggi kepada siswa tentang hasil belajar mereka;<\/li>\n<li>Mendorong guru untuk berdialog dengan siswa selama pembelajaran;<\/li>\n<li>Memotivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran;<\/li>\n<li>Menyediakan kesempatan untuk menutup kesenjangan antara kinerja saat ini dan yang diinginkan;<\/li>\n<li>Memberikan informasi kepada guru yang dapat digunakan untuk membantu membentuk pengajaran.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Guru menggunakan umpan balik untuk membuat keputusan program sehubungan dengan kesiapan, diagnosis dan remedial. Siswa menggunakannya untuk memantau hasil belajar<sup>14<\/sup>. Pentingnya umpan balik siswa yaitu untuk belajar, menutup kesenjangan pemahaman konsep mereka, mempersiapkan diri dalam penilaian sumatif, memotivasi untuk belajar, menghargai standar akademik, dan untuk refleksi<sup>9<\/sup>.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Penilaian Sumatif<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Penilaian sumatif adalah suatu aktivitas penilaian yang menghasilkan nilai atau angka yang kemudian digunakan sebagai keputusan pada kinerja siswa<sup>9<\/sup>. Kegiatan penilaian ini dikakukan jika satuan pengalaman belajar atau seluruh materi pelajaran telah selesai. Penilaian sumatif digunakan untuk menentukan klasifikasi penghargaan pada akhir kursus atau program. Penilaian sumatif dirancang untuk merekam pencapaian keseluruhan siswa secara sistematis.<\/p>\n<p>Penilaian sumatif berkaitan dengan menyimpulkan prestasi siswa, dan diarahkan pada pelaporan di akhir suatu program studi<sup>14<\/sup>. Penilaian sumatif tidak memberikan dampak secara langsung pada pembelajaran, meskipun sering kali mempengaruhi keputusan yang mungkin memiliki konsekuensi bagi siswa dalam belajar. Fungsi penilaian sumatif<sup>9<\/sup> yaitu pengukurankemampuan dan pemahaman siswa, sebagai sarana memberikan umpan balik kepada siswa, untuk memberikan umpan balik kepada staf akademik sebagai ukuran keberhasilan pembelajaran, akuntabilitas dan standar pemantauanstaf akademik, dan sebagai sarana untuk memotivasi siswa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>&nbsp;DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Arends, I., R. 2007. <em>Learning to Teach<\/em>. New York: McGraw Hill Companies. Penerjemah Helly Prajitno Soetjipto &amp; Sri Nulyatini Soetjipto. 2008. Yogyakarta: Pustaka Belajar.<\/li>\n<li>Arifin, Z. 2009. <em>Evaluasi Pembelajaran<\/em>. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.<\/li>\n<li>Assessment Reform Group. 2002. Testing, Motivation and Learning.<em> ARG- Nuffield Foundation-EPPI Centre.<\/em><\/li>\n<li>Black, P. 2004. <em>The Nature and Value of Formative Assessment for Learning. <\/em>King\u2019s College London.<\/li>\n<li>Cruz, E. Diaz, H. &amp; Kortemeyer, G. 2011. The Effect of Formative Assesment in Brazilian University Physics Courses. <em>Revista Brasileira de Ensino de Fisica, v. 33, n. 4, 4501.<\/em><\/li>\n<li>Dufresne, J., Robert, G., J., William. Mestre, P., Jose. &amp; Leonard, J., William. 2000. <em>IT \/ A2L : <\/em>Assessing Student Knowledge with Instructional Technology. <em>University of Massachusetts Physics Education Research Group: UMPERG Technical Report PERG-2000#09-SEP#1-28.<\/em><\/li>\n<li>Dunn, K., E. &amp; Mulvenon, S., W. 2009. A Critical Review of research on Formative Assessment. <em>Journal Practical Assessment Research &amp; Evaluation. <\/em>14,(7), 1-14.<\/li>\n<li>Hodgson, C. &amp; Pyle, K. 2010. A Literature Review of Assessment for Learning in Science. <em>Slough Berks: National Foundation for Educational Research.<\/em><\/li>\n<li>Irons, A. 2008. <em>Enhancing Learning Through Formative Assessment and Feedback<\/em>. Oxon: Routledge.<\/li>\n<li>Margono, G. 2006. <em>Standar Penilaian Pendidikan<\/em>. <em>Buletin BNSP: Media Komunikasi dan Dialog Standar Pendidikan. Vol. I\/No. 2&nbsp; p. 40 \u2013 47<\/em>.<\/li>\n<li>Nicol, J., D. &amp; Dick, D. 2006. Formative Assessment and Self-Regulated Learning: A Model and Seven Principles of Goog Feedback Prectice.<em>Published in Studies in Higher Education, Vol 31 (2), 199-218.<\/em><\/li>\n<li><em>Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Standar Pendidikan Nasional<\/em>. Jaringan dan Informasi Hukum Direktorat Jenderal Pendidikan Republik Indonesia.<\/li>\n<li>Rustaman, Y., N. 2011. Pendidikan dan Penelitian Sains dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi untuk Pembangunan Karakter. <em>Pendidikan dan Penelitian Sains<\/em>: 1.<\/li>\n<li>Sadler, R., D. 1989. Formative Assessment and The Design of Instructional Systems. <em>Instructional Science. <\/em><em>18, 119-144.<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>&nbsp;<\/strong><\/p>\n<p><strong>Korespondensi Peng<\/strong><strong>irim<\/strong><\/p>\n<p><strong>&nbsp;<\/strong>Ediyanto, M.Pd<\/p>\n<p>Magister Pendidikan Fisika<\/p>\n<p>Universitas Negeri Malang<\/p>\n<p>Telp : +62 (0) 817532635<\/p>\n<p>Email : <a href=\"mailto:ediace09@yahoo.co.id\">ediace09@yahoo.co.id<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Korespondensi Institusi<\/strong><\/p>\n<p>Jurusan Teknik Informatika<\/p>\n<p>Fakultas Teknik<\/p>\n<p>Universitas Yudharta Pasuruan<\/p>\n<p>Jl. Yudharta (Pesantren Ngalah) No. 07, Sengonagung,<\/p>\n<p>Purwosari, Pasuruan, Jawa Timur<\/p>\n<p>Indonesia 67162<\/p>\n<p>Telp. +62 (0) 343611186<\/p>\n<p>Email: informasi@yudharta.ac.id<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pusat Kajian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup<\/p>\n<p>Fakultas Pertanian \u2013 Universitas Brawijaya<\/p>\n<p>Jl. Veteran Malang<\/p>\n<p>Jawa Timur, Indonesia 65145<\/p>\n<p>Telp\/fax. +62 (0) 341 575830<\/p>\n<p>Email: heddy@yahoo.com<\/p>\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed-wordpress wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-universitas-yudharta-pasuruan\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/id\/pendaftaran-mahasiswa-baru-2019-2020\/\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Ediyanto, M.Pd Penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan berkesi\u00adnam\u00ad\u00adbungan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan informasi ten\u00adtang proses dan hasil belajar siswa dalam mencapai tujuan pem\u00adbel\u00adajaran dan dalam rangka membuat ke\u00adputusan-keputusan intruksional berdasar\u00adkan kri\u00adteria dan pertimbangan tertentu1,2,10. Penilaian merupakan proses yang sistematis artinya penilaian harus di\u00adlakukan secara terencana dan bertahap serta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3782,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[660],"tags":[],"class_list":["post-3781","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3781"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3781\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}