{"id":3871,"date":"2016-11-22T08:52:24","date_gmt":"2016-11-22T01:52:24","guid":{"rendered":"http:\/\/yudharta.ac.id\/?p=3871"},"modified":"2016-11-22T08:52:24","modified_gmt":"2016-11-22T01:52:24","slug":"pernyataan-bersama-peserta-temu-nasional-lintas-iman-dan-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/pernyataan-bersama-peserta-temu-nasional-lintas-iman-dan-budaya\/","title":{"rendered":"Pernyataan Bersama Peserta Temu Nasional  Lintas Iman dan Budaya"},"content":{"rendered":"<p>Assalamu\u2019alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh<br \/>\nSalam Sejahtera Bagi Kita Semua<br \/>\nDamai Sejahtera dan Berkah Dalem<br \/>\nOm Swastiastu<br \/>\nNamo Buddhaya<br \/>\nWei D\u00e9 Dong Tian (baca: wei te tong tien)<br \/>\nRahayu Rahayu Rahayu<\/p>\n<p>Pada tanggal 14-15 November 2016, sebanyak 43 simpul jaringan multikultur di Indonesia mengadakan pertemuan nasional untuk membahas\u00a0 tema: \u201cMenyemai Perdamaian &amp; Merajut Kebhinekaan Untuk Indonesia Yang Semakin Beradab &amp; Berkeadilan Melalui Kearifan Budaya Lokal.\u201d<\/p>\n<p>Dari pertemuan selama dua hari tersebut, peserta temu nasional menyepakati hal-hal sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong>Pertama,<\/strong> kami mengajak setiap umat beragama perlu untuk senantiasa mawas diri dalam menjalani kehidupan keberagamaan. Dalam konteks interaksi dengan umat beragama lain, hendaknya setiap umat beragama mengedepankan nilai saling memahami demi terciptanya keharmonisan dalam hidup berbangsa dan bernegara<\/p>\n<p><strong>Kedua,<\/strong> kami menyadari bahwa penyiaran agama merupakan panggilan setiap beragama. Meski demikian kami menghimbau umat beragama melakukan penyebaran agama itu dengan cara yang sejuk dengan mempertimbangkan\u00a0 aspek keharmonisan dalam hidup berbangsa dan bernegara.<\/p>\n<p><strong>Ketiga<\/strong>, kami mendesak kepada pemerintah untuk bersikap tegas dan tidak diskriminatif, sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku, terhadap pihak-pihak yang berusaha merusak kerukunan antar umat dan mengancam keberlangsungan NKRI.<\/p>\n<p><strong>Keempat,<\/strong> kami mendesak\u00a0 pemerintah agar menghargai kearifan lokal, nilai budaya dan agama dalam membuat perumusan kebijakan. Dalam penerapan kebijakan, pemerintah hendaknya tidak menghambat partisipasi masyarakat dan mengikis keberagaman serta potensi-potensi lokal.<\/p>\n<p><strong>Kelima<\/strong>, kami merasa prihatin dengan semakin rusaknya kondisi lingkungan hidup Indonesia. Untuk itu kami mengajak pemerintah dan umat beragama untuk bersama-sama lebih aktif dalam menjaga dan memulihkan kelestarian lingkungan hidup sebagai rumah bersama bagi semua makhluk dan keutuhan ciptaan.<\/p>\n<p><strong>Keenam,<\/strong> kami mengajak tokoh-tokoh untuk mengembangkan dan menyebarkan ajaran\/teologi agama yang menghargai kemajemukan, perdamaian, dan menghargai lingkungan hidup.<\/p>\n<p><strong>Ketujuh<\/strong>, kami mendesak pemerintah mewaspadai penyusupan ideologi radikal\u00a0 yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal lka dan NKRI\u00a0 serta\u00a0 yang berusaha mempengaruhi pelajar, mahasiswa, dan kaum muda pada umumnya.<\/p>\n<p><strong>Kedelapan,<\/strong> kami mengajak kaum muda untuk proaktif merawat perdamaian secara kreatif, inovatif, dan sesuai dengan karakter anak muda.<\/p>\n<p>Demikian pernyataan sikap Peserta Temu Nasional 2016. Semoga Tuhan yang Mahaesa memberikan rahmat-Nya kepada bangsa dan negara Indonesia dalam merawat perdamaian &amp; kebhinekaan, sehingga tercipta Indonesia yang semakin beradab &amp; berkeadilan.<\/p>\n<p>Wassalamu\u2019alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh<br \/>\nKiranya Tuhan Memberkati<br \/>\nSemoga Tuhan Memberkati<br \/>\nOm \u015eanti \u015eanti \u015eanti, Om<br \/>\nSadhu Sadhu Sadhu<br \/>\nXi\u00e1n Y\u014fu Y\u00ec D\u00e9 ( baca : sien you i te )<br \/>\nRahayu Rahayu Rahayu Ingkang Tinemu<\/p>\n<p>Klaten, 15 Nopember 2016<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Assalamu\u2019alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam Sejahtera Bagi Kita Semua Damai Sejahtera dan Berkah Dalem Om Swastiastu Namo Buddhaya Wei D\u00e9 Dong Tian (baca: wei te tong tien) Rahayu Rahayu Rahayu Pada tanggal 14-15 November 2016, sebanyak 43 simpul jaringan multikultur di Indonesia mengadakan pertemuan nasional untuk membahas\u00a0 tema: \u201cMenyemai Perdamaian &amp; Merajut Kebhinekaan Untuk Indonesia Yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3903,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[92],"tags":[],"class_list":["post-3871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3871"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3871\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3903"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yudharta.ac.id\/staging\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}