Pasuruan, 21 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Teknologi hasil perikanan (THPI) Universitas Yudharta Pasuruan sukses menyelenggarakan Seminar Yudharta Betta Contest V.02 dengan tema “Mencetak Ratusan Juta dari Export Import Ikan Cupang: Kolaborasi dengan HIMAPI Universitas Yudharta Pasuruan”. Acara yang berlangsung di Aula Pancasila pada Minggu, 21 September 2025 pukul 09.00-11.00 WIB ini menghadirkan dua narasumber ternama di bidang export import ikan cupang.
Seminar ini menghadirkan Timmy, juri international export import betta contest dari Malaysia, dan Nanda Panji, juri nasional export import betta contest. Kehadiran kedua narasumber ini memberikan wawasan berharga bagi mahasiswa dan praktisi budidaya ikan cupang tentang peluang bisnis ekspor impor yang menjanjikan.
Dalam sambutannya, Ainur Rofiq, founder Yudharta Betta Contest, menyampaikan komitmen kuat dari alumni untuk terus mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi di bidang perikanan.
“Dengan adanya acara ini, kami selaku penanggung jawab sebagai alumni mahasiswa Teknologi Hasil Perikanan Universitas Yudharta berkomitmen terus memberikan dukungan bahwa potensi perikanan sangatlah luas. Dengan peserta 407 entri dari peserta nasional dan luar negeri seperti Thailand, Singapura, Malaysia dan Vietnam, bukan hanya puluhan juta tapi bisa menghasilkan ratusan juta dari jurusan perikanan khususnya di bidang ikan hias,” ujar Ainur Rofiq.
Pernyataan ini menunjukkan besarnya antusiasme dan partisipasi dalam kontes ikan cupang yang telah menarik perhatian tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari berbagai negara di Asia Tenggara.
Dalam paparannya, para narasumber menjelaskan bahwa bisnis export import ikan cupang memiliki potensi yang sangat besar dengan omzet hingga ratusan juta rupiah. Timmy membagikan pengalamannya dalam pasar internasional, khususnya kawasan Asia Tenggara dan Eropa, yang memiliki permintaan tinggi terhadap ikan cupang berkualitas.
Sementara itu, Nanda Panji menekankan pentingnya memahami standar kualitas ekspor, regulasi perdagangan internasional, dan strategi pemasaran digital untuk menembus pasar global. Ia juga menjelaskan teknik breeding yang tepat untuk menghasilkan ikan cupang dengan kualitas ekspor.
Acara yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, dan praktisi budidaya ikan cupang ini berlangsung dengan meriah. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait teknik budidaya, manajemen kualitas, cara mendapatkan sertifikasi ekspor, hingga strategi mengakses pasar internasional.
Seminar ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga sharing pengalaman praktis dari para praktisi yang telah sukses di bidang export import ikan cupang, memberikan inspirasi nyata bagi para peserta untuk memulai atau mengembangkan usaha mereka.
Di akhir acara, kedua narasumber menyampaikan harapan dan ajakan untuk terus mengembangkan kegiatan ini. Timmy dan Nanda Panji secara kompak menyatakan:
“Untuk kedepannya semoga acara ini lebih sukses lagi dan kami perlu dukungan dari semua pihak. Mari kita bergabung bersama kami Teknologi Hasil Perikanan Universitas Yudharta.”
Ajakan ini disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir, menunjukkan semangat kolaborasi yang tinggi untuk memajukan industri ikan cupang Indonesia di kancah internasional.
Ketua HIMAPI Universitas Yudharta Pasuruan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja organisasi untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang akuakultur, khususnya budidaya ikan hias. Keberhasilan acara ini, dengan partisipasi 407 entri dari berbagai negara, membuktikan bahwa Universitas Yudharta Pasuruan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan industri ikan cupang di Indonesia.
Ke depan, HIMAPI berencana untuk mengadakan pelatihan lanjutan dan pendampingan bagi mahasiswa yang berminat mengembangkan usaha export import ikan cupang. Kolaborasi dengan para juri dan praktisi berpengalaman akan terus dijalin untuk memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa dan masyarakat.
Seminar Yudharta Betta Contest V.02 ini ditutup dengan komitmen bersama untuk mengembangkan industri ikan cupang Indonesia yang berdaya saing global, sekaligus memberdayakan generasi muda sebagai pelaku usaha yang tangguh dan inovatif. Dengan dukungan alumni dan kolaborasi berbagai pihak, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Universitas Yudharta Pasuruan siap menjadi pioneer dalam pengembangan bisnis ikan hias di Indonesia.










