Universitas Yudharta Pasuruan

Welcome to Univet University. It was founded in 1966, and Univet University has grown into one of the leading institutions of higher education.

Quick Contact:
Follow Us:

Welcome to Univet University. It was founded in 1966, and Univet University has grown into one of the leading institutions of higher education.

Quick Contact:
Follow Us:

Mahasiswa KKN Internasional Universitas Yudharta Pasuruan Gelar “Young Leaders Day” di Santi Witya Serong School, Pattani, Thailand

bnr-arrow-1-1.png

Sebuah pertanyaan sederhana mampu membuat satu ruangan di Santi Witya Serong School, Pattani, Thailand, terdiam sejenak: “Kalau sekolah ini tidak punya kepala sekolah selama seminggu, kira-kira apa yang terjadi?” Dari pertanyaan itulah, program “Aku Bisa Memimpin: Kepemimpinan & Tanggung Jawab Diri” dimulai bagian dari rangkaian Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2026 Universitas Yudharta Pasuruan, yang digelar pada Selasa, 14 Juli 2026, dengan mengusung tema besar “Young Leaders Day: Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Diri Siswa”.

Program ini dirancang dan dibawakan oleh Intan Nur Ainy, mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, yang bertindak selaku Fasilitator Program Pengembangan Kepemimpinan Siswa. Pelaksanaannya turut didampingi oleh wali kelas siswa SMP Santi Witya Serong School, Ustadzah Nuriya Damara dan Ustadzah Hanani Kirai, yang setia mendampingi siswa dari awal hingga akhir sesi.


Sesi berdurasi 45 menit ini tidak diisi ceramah tentang disiplin, melainkan membiarkan siswa mengalami sendiri apa artinya memimpin. Dalam kelompok kecil, setiap siswa mendapat kartu peran secara acak; Pemimpin, Penasihat, Pelaksana, atau Pengamat lalu diuji lewat skenario situasional yang dekat dengan keseharian mereka. Dari simulasi itulah siswa belajar membuat keputusan dan bertanggung jawab atas peran yang mereka emban, bukan karena diberi tahu, tetapi karena mengalaminya langsung.

Pendekatan ini berpijak pada teori kepemimpinan situasional Hersey Blanchard yang telah diadaptasi, serta konsep self-leadership dari Manz & Sims dengan tujuan menumbuhkan konsep diri siswa sebagai pemimpin bagi dirinya sendiri: bahwa memimpin dimulai dari hal-hal kecil, hadir tepat waktu, mendengarkan, dan menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan. Program ini secara khusus dirancang untuk merespons tantangan kedisiplinan yang selama ini dihadapi siswa di sekolah, namun dengan cara yang jauh dari kesan menggurui membiarkan siswa sendiri yang menyimpulkan maknanya lewat pengalaman, bukan lewat instruksi.

Di penghujung sesi, suasana kelas berubah lebih reflektif. Siswa diajak merenungkan kembali simulasi yang baru saja mereka jalani, disusul sebuah pengingat dari hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang tanggung jawab setiap pemimpin atas apa yang dipimpinnya termasuk kepemimpinan atas diri sendiri. Setiap siswa kemudian menuliskan satu komitmen pribadi yang akan mereka mulai jalankan esok hari, sebuah janji kecil namun bermakna, yang kemudian dikumpulkan sebagai bentuk tanggung jawab nyata kepada wali kelas mereka.

Kesan ini turut dirasakan langsung oleh para siswa “Dari kegiatan ini saya jadi belajar bagaimana caranya memimpin diri sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain. Kami juga jadi terbiasa berdiskusi kelompok, berani tampil di depan teman-teman, dan belajar menyelesaikan masalah dengan berpikir kritis bersama,” ujar Zulfa, salah satu siswa peserta program.

Program “Aku Bisa Memimpin” menjadi bukti bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus disampaikan lewat nasihat, melainkan bisa tumbuh dari pengalaman yang dirancang dengan sungguh-sungguh. Melalui Program KKN Internasional 2026, Universitas Yudharta Pasuruan turut menghadirkan kontribusi nyata bagi Santi Witya Serong School meninggalkan bekas bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam cara siswa memandang dirinya sendiri sebagai pemimpin, hari ini dan di masa depan.