Kudus, Jawa Tengah — Mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan turut ambil bagian dalam acara JALANTARA 2025 – Jelajah Turots Ulama Nusantara yang diselenggarakan pada 13–16 Juli 2025 di Kudus, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam pelestarian dan pengembangan warisan keilmuan Islam (turots), dengan melibatkan berbagai kalangan seperti santri, mahasiswa, akademisi, dan pecinta ilmu dari berbagai penjuru nusantara.
Dengan mengusung semangat “Dari Yudharta untuk Peradaban”, para mahasiswa aktif mengikuti serangkaian acara yang bertujuan menghidupkan kembali semangat intelektual para ulama terdahulu serta memperkuat kesadaran terhadap pentingnya pelestarian literatur Islam klasik.
Hadir pula Rektor Universitas yudharta Pasuruan Assoc. Prof. Dr. Kholid Murtadlo, SE., ME
Rangkaian Kegiatan JALANTARA 2025:
Ahad, 13 Juli 2025
Acara dibuka secara resmi oleh KH. M. Fathan, Ketua Y3MSK, yang kemudian dilanjutkan dengan Pameran Turots. Pameran ini menyajikan berbagai manuskrip kuno, kitab kuning, dan peninggalan ilmiah para ulama Kudus. Tujuannya adalah memperkenalkan kembali kekayaan literatur Islam klasik kepada publik, khususnya generasi muda.
Masih di hari yang sama, diselenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Syekh Abdul Hamid Kudus dan Jejak Ulama Nusantara dalam Belantika Keilmuan Islam”. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, ulama, dan pegiat naskah klasik, yang membahas dinamika serta tantangan dalam merevitalisasi warisan keilmuan Islam di tengah arus modernisasi.
Selanjutnya, dilaksanakan Launching Kitab “Fathul Aliyyil Karim” karya Syekh Abdul Hamid Kudus, yang disusul dengan Ngaji Kitab bersama para masyayikh dan penggiat turots. Sesi ini menjadi ruang penting dalam mempererat tradisi talaqqi serta pengkajian langsung terhadap teks-teks turats.
Senin – Rabu, 14–16 Juli 2025
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Preservasi Turots selama tiga hari. Para peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai pelestarian naskah kuno, digitalisasi, konservasi kitab, hingga pembuatan katalog turots. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan sesi musyawarah untuk menyusun rekomendasi dan tindak lanjut kolaboratif dalam menjaga kesinambungan pelestarian turots.
Keterlibatan mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan dalam JALANTARA 2025 menjadi kontribusi nyata dalam upaya kolektif menjaga dan mengembangkan khazanah keilmuan Islam. Semoga semangat ini terus menyala dan memberi manfaat bagi peradaban masa kini dan mendatang.











