Mahasiswa KKN 05 Berkunjung ke Tempat Budidaya Jamur Tiran di Desa Sumbersuko Kec. Gempol
Pasuruan, Yudharta- Pasuruan, 4 Juli 2024, Di tengah gempuran harga pangan yang melambung tinggi, budidaya jamur tiram di Desa Sumbersuko Gempol menawarkan secercah harapan bagi para petani. Usaha ini tak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membantu menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Mahasiswa KKN 05 bersama dengan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Bapak Achmad Misbah, ST., MT berkesempatan menemui Pak Andre, seorang budidaya jamur tiram telah menekuni usahanya mulai dari tahun 2016. Pak Andre membudidayakan jamur tiram jenis putih (Pleurotus ostreatus) yang dikenal dengan rasa dan teksturnya yang lezat. Beliau memproduksi sekitar 350 baglog per hari.
Pak Andre memanfaatkan lahan kosong di belakang rumahnya untuk budidaya jamur tiram. Beliau membangun tempat jamur menggunakan bahan bambu. Jamur tiram membutuhkan waktu sekitar 30 hari baru muncul bibit jamur dari bagian proses pembuatan akhir yaitu oven, dan bisa sampai sekitar 3 bulan keluar bibit jamur. Pak Andre melakukan panen jamur tiram setiap hari.
Pak Andre memilih budidaya jamur tiram karena modalnya yang relatif kecil dan masa panennya yang cepat. Jamur tiram juga dapat dikatakan mudah dalam perawatan.
Pak Andre mebuat sendiri baglog jamur tiram, dan beliau juga punya alat modern untuk bahan membuat bibit baglog jamur tiram. Jamur tiram membutuhkan suhu dan kelembaban yang ideal untuk tumbuh dengan baik sekitar 22 – 30 °. Pak Andre memantau kondisi tempat secara berkala dan melakukan penyiraman secara rutin.
Author: Nur Kholis Majid

