Delegasi Yudharta Raih “The Best 5 Paper Presentation” Pada Temu Administrator Muda Indonesia 2023 di Bandung
Pasuruan, Yudharta- Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa Universitas Yudharta Pasuruan di Temu Administrator Muda Indonesia, tepatnya raih The Best 5 Paper Presentation. Mereka adalah Mahasiswa Ilmu Administrasi Publik diantaranya, Bagus Cahyo S, Silvi Maulinda dan Wahyu Intan L. Yudharta masuk di Cluster I dengan konsentrasi Ekonomi, bergabung dengan 12 Universitas ternama di Indonesia.
Acara ini menjadi panggung bagi 35 universitas terkemuka dari seluruh nusantara untuk bersatu dalam upaya membangun kolaborasi dan inovasi di bidang administrasi. Semua peserta diajak untuk menjelajahi dan merumuskan solusi terkini dalam menghadapi tantangan komprehensif yang dihadapi dalam proses pengambilan kebijakan yang berfokus pada data dan bukti.
Tema besar “Optimalisasi Pembuatan Kebijakan Berbasis Bukti (EBP) dalam Mendukung Pembangunan Indonesia yang Berdaya Saing Global” memberikan fokus pada urgensi penggunaan data dan informasi yang akurat dalam membentuk kebijakan publik. Melalui serangkaian seminar mendalam, lokakarya interaktif, dan diskusi panel, para peserta diberikan kesempatan unik untuk menggali bagaimana pengambilan kebijakan yang berlandaskan bukti dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan sektor administrasi negara dan publik.

Kegiatan ini diselenggarakan di Politeknik STIA LAN Bandung, terhitung mulai 4-9 Agustus 2023. Tak hanya sebagai forum pembelajaran, acara ini juga menjadi ajang untuk mempererat ikatan persahabatan, membangun jaringan, dan mengilhami kolaborasi. Diharapkan bahwa melalui keterlibatan aktif dalam Temu Administrator Muda Tahun 2023, para peserta akan menjadi pemimpin masa depan yang mampu menghadapi tantangan kompleks dan mendorong kemajuan nyata dalam administrasi negara dan publik Indonesia.
Dengan semangat kolaboratif yang tercipta dalam Temu Administrator Muda Tahun 2023, diharapkan bahwa para peserta akan membawa pulang gagasan segar, wawasan mendalam, dan komitmen yang lebih kuat dalam menghadirkan perubahan yang positif dalam pengambilan kebijakan berbasis bukti, mendukung pembangunan Indonesia yang berdaya saing global.
