Dorong Technosociopreneurship untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal, Tim Peneliti Universitas Yudharta Pasuruan Tawarkan Konsep Kolaborasi Penta Helix
Perekonomian Kabupaten Pasuruan pada tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022 tetap stabil dan mengalami pertumbuhan positif sebesar 5,21 persen. Struktur perekonomian Kabupaten Pasuruan pada tahun 2023 masih didominasi oleh sektor Industri Pengolahan yang mencakup 60,42 persen, diikuti oleh sektor Konstruksi sebesar 10,75 persen, Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 9,94 persen, sektor Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan sebesar 5,92 persen, dan sektor Penyediaan Akomodasi serta Makan Minum sebesar 3,73 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa ada dominasi sektor tertentu dan ketergantungan yang tinggi pada sektor industri pengolahan, yang mencakup 60,42 persen dari total perekonomian. Ketidakseimbangan struktur ekonomi ini menunjukkan potensi risiko jika terjadi guncangan di sektor industri pengolahan. Sehingga butuh pendekatan yang dapat mengoptimalkan sektor pengolahan tersebut, serta meningkatkan sektor – sektor lainnya yang belum optimal.
Tim peneliti dari Universitas Yudharta Pasuruan yang dipimpin oleh Bapak May Agus Swandhono memperkenalkan konsep Kolaborasi Penta Helix sebagai solusi inovatif untuk mendukung technosociopreneurship dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Melalui penelitian yang mendalam, tim tersebut mengungkapkan bahwa kolaborasi antara lima elemen penting—pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media—dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi, yang tidak hanya meningkatkan daya saing daerah tetapi juga memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat.
Penelitian ini didanai oleh Kemendikbudristek RI untuk skema Penelitian Dosen Pemula (PDP) yang dilaksanakan pada tahun 2024.
May agus swandhono menuturkan bahwa kolaborasi Penta Helix dipandang sebagai pendekatan baru yang efektif untuk mengatasi tantangan ekonomi lokal, seperti ketimpangan sosial dan masalah lingkungan, serta mendorong inovasi berbasis teknologi yang memberikan dampak sosial-ekonomi positif.
Tim peneliti menyoroti pentingnya sinergi antaraktor dalam menciptakan inovasi, meningkatkan keterampilan masyarakat, serta memfasilitasi pertumbuhan usaha kecil dan menengah yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga memberikan rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat diterapkan oleh pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi dan memperluas penerapan technosociopreneurship di sektor-sektor lain.
“Kami berharap dengan adanya penelitian ini dapat dihasilkan inovasi yang mendukung pertumbuhan kewirausahaan sosial berbasis teknologi, meningkatkan daya saing usaha lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pasuruan.Dengan pendekatan baru ini, diharapkan Kabupaten Pasuruan dan daerah lainnya dapat mengoptimalkan potensi lokal mereka dan meraih pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

