Dosen FAI Yudharta Ikut ACRP Kemenag RI
Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Yudharta Pasuruan FAI-UYP, mengikuti Annual Conference on Research Proposal (ACRP) yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Ri, di Hotel Grand Serpong, Tangerang (17-19 Sept 2019).
Pembukaan ACRP dihadiri Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof . Dr. Phil. Kamaruddin Amin MA, dan rektor dari beberapa PTKIN se Indonesia. Beliau mengatakan belum melihat karya penelitian yang monumental yang dihasilkan oleh dosen PTKI. “Memang diperlukan argumentasi yang sangat panjang untuk menghasilkan kesimpulan penelitian yang monumental,” ujarnya.
PTKIN yang paling diharapkan bisa menghasilkan penelitian-penelitian monumental. Kamaruddin mengajak para dosen PTKI membuat penelitian multi years yang bisa menghasilkan karya monumental.
Muhammad Fahmul Iltiham dapat mengikuti konferensi tahunan tersebut, setelah proposal penelitiannya dinyatakan lolos nominasi untuk mendapatkan bantuan penelitian dari Kementerian Agama tahun anggaran 2020. “Pada konferensi ini, semua nomine harus mempertahankan proposal penelitiannya di hadapan para reviewer,” jelas Fahmul.
Ini untuk beberapa kali FAI UYP dapat mengikuti kompetisi penelitian di Kemenag RI, dan pada anggaran 2020 berhasil meloloskan satu proposal menjadi nomine untuk kluster pengabdian masyarakat berbasis program studi. Pembiayaan penelitian oleh Kemenag RI, menurut Kepala Subdirektorat penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Agama RI, Dr. Suwendi, MAg, bertujuan untuk mendorong percepatan pencapaian Guru Besar bagi kalangan dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).
Untuk tahun 2020, Kemenag RI menyiapkan dana sebesar 200 miliar untuk penelitian. “Sebanyak 40 miliar rupiah akan dibagi untuk peneliti yang hadir dalam ACRP ini,” ujar Suwendi. Sisanya adalah anggaran penelitian yang diberikan kepada dosen melalui PTKI masing-masing. Untuk tahun anggaran 2020, ada sebanyak 2957 proposal yang masuk. Namun hanya 319 proposal yang dinyatakan lolos nominasi, setelah melalui berbagai tahapan penyaringan, antara lain tema, kemanfaatan dan plagiarisme.
“Hanya 319 proposal yang lolos, yang kita undang mengikuti ACRP ini,” jelas Suwendi, seraya menambahkan bahwa yang mendapat undangan adalah proposal yang pembiayaannya di atas Rp 25 juta. Sementara penelitian dengan anggaran di bawah Rp 25 juta, pengumuman nomine akan menyusul. Ada sebanyak 29 cluster yang diberikan dana, baik penelitian, pengabdian pada masyarakat, pengelolaan jurnal, penelitian global, penelitian kolaborasi internasional, dan sebagainya.
