Focus Group Discussion Uji Pakar Draf Rencana Aksi Daerah
Universitas Yudharta Pasuruan bekerjasama dengan Dewan Riset Daerah menggelar kegiatan Focus Group Discussion terkait Uji Pakar Draf Rencana Aksi Daerah (RAD) Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Acara ini dilaksanakan di Hall Metting Gedung NUsantara Lt.3 UYP. Peserta yang hadir terdiri dari Dosen, Peneliti, Mahasiswa, PCNU Pasuruan, serta beberapa peserta dari dinas pemerintah daerah. (02/10/2019)
Rektor Universitas Yudharta Pasuruan Dr. H. Kholid Murtadho, ME dalam sambutannya mengemukakan bahwa prestasi UYP terkait kerjasama dengan pemerintah daerah patut diapresiasi jempol, pasalnya bisa berkolaborasi dalam mendorong pendidikan di Kabupaten Pasuruan, kerjasama ini diharapkan sustainable terkait menyusun kegiatan yang bisa bermanfaat bagi kedua belah pihak baik antara UYP dan Pemerintah Daerah melalui Dewan Riset Daerah (DRD). FGD ini diharapkan dapat membentuk ummatan wasaton melalui pendidikan karakter.
Beliau menambahkan bahwa penguatan pendidikan karakter harus berlandaskan pada karakteristik toleransi antar umat beragama, karena pada dasarnya Indonesia merupakan masyarakat multikultural yang berbeda-beda suku, pulau dan agama.
Taufiq Ahmad, MSI perwakilan DRD Kabupaten Pasuruan dalam sambutannya 1. Terkait kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan UYP berjalan dengan lancar terutama terkait pengembangan sumber daya manusia. 2. Beberapa hal yang terkait karakter diantaranya peningkatan kwalitas Pesantren, karena di dalamnya terdapat pendidikan karakter yang tidak terdapat pada dunia pendidikan formal.
Dalam Draf Rencana Aksi Daerah Penguatan Pendidikan Karakter Pemerintah Kabupaten Pasuruan 2019-2023, dalam kajiannya yang disampaikan oleh narasumber, lembaga sekolah harus mempunyai kurikulum yang berbasis karakter lokal. Yang meliputi penguatan karakter berbasis kelas, berbasis budaya sekolah, berbasis masyarakat. Untuk mencapai karakter tersebut ada beberapa prinsip yang harus diterapkan diantaranya: nilai-nilai moral universal, holistik, terintegrasi, partisipatif, kearifan lokal, kecakapan abad XXI, adil dan inklusif, selaras dengan perkembangan peserta didik, terukur.









