Himabis Gelar Seminar Nasional: Strategi Jitu Meledakkan Omzet Lewat Internet
Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Yudharta Pasuruan menggelar kegiatan spektakuler, yakni seminat nasional bertemakan Strategi Jitu Meledakkan Omzet Lewat Internet. Acara ini diselenggarakan di Aula Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan, yang dihadiri 570 mahasiswa, baik dari Universitas Yudharta Pasuruan sendiri atau dari luar seperti Universitas Merdeka Pasuruan, Universitas Brawijaya, Badan Eksekutif Mahasiswa Staipana Bangil, dll. (4/1/2018)
Acara yang dibuka oleh Kepala Program Studi Ilmu Administrasi Niaga Ibu Ajizah, MAB. Beliau berpesan kepada seluruh yang hadir bahwa dewasa ini strategi pemasaran yang jitu menggunakan internet, internet sebuat media penghubung yang mempunyai 2 sisi, yaitu sisi positif dan negatif, mari kita gunakan internet ini dengan positif, seperti halnya narasumber kali ini, yaitu Ir. Arry Rahmawan, ST, MT, IPP beliau seorang dosen dan peneliti di Universitas Indonesia dan juga sebagai Owner Cerdas Mulia Group (Bussines Trainer). Serta narasumber kedua yaitu Yuga Surya Pratama, beliau seorang Owner De Konco Coklat dan Business Trainer.

Strategi merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh para pengusaha untuk meledakan omzetnya hingga miliaran rupiah, terutama strategi pemasaran dan penjualan. Dan tidak bisa dipungkiri, strategi tersebut berkaitan erat dengan anggaran pengeluaran. Semakin besar anggaran pengeluaran yang disediakan, semakin jitu strateginya.
Faktor kali bisa terwujud apabila warung atau bisnis Anda dikenal banyak orang. Nah, bagaimana agar bisnis Anda dikenal banyak orang?
Dulu, kalau mau bisnis kuliner atau apa pun, yang paling penting adalah lokasi yang strategis, yang gampang dilihat orang dan aksesnya mudah serta tempatnya nyaman. Sekarang, dizaman serba online ini, bukan lokasi strategis yang dibutuhkan tapi promosi yang efektif dan efisien.
Promosi yang dimaksud bukan hanya membuat program penjualan yang menarik pembeli tapi lebih kepada bagaimana bisnis Anda dikenal atau istilah kerennya branding.
Ada tiga cara melakukan branding. Yang pertama, ikuti kegiatan-kegiatan massal seperti bazar atau pameran. Di sini, Anda bisa memperkenalkan bisnis sekaligus berjualan dan merekrut orang-orang yang mau mengambil waralaba Anda. Semakin besar kegiatannya semakin banyak orang yang datang dan bisnis Anda semakin dikenal, cuma masalahnya modalnya pasti juga besar. Saran saya, pandai-pandailah memilih kegiatan yang sesuai dengan karakter bisnis Anda.
Yang kedua, iklan. Yang paling cepat dilihat banyak orang adalah melalui televisi atau papan reklame, tapi biayanya sangat besar. Sekarang zamannya sosial media, manfaatkanlah untuk mengenalkan bisnis Anda. Ada yang gratis dan berbayar, saran saya ambil keduanya. Untuk itu, dibutuhkan keterampilan menulis seperti copywriting dan hypnowriting yang dapat mempengaruhi orang untuk membeli produk Anda atau berbisnis dengan Anda, juga strategi pemasaran digital. Anda bisa pelajari melalui buku-buku atau pelatihan-pelatihan yang ada.
Yang ketiga, personal branding dan brand awareness. Bagaimana orang tidak hanya mengenal bisnis Anda dan membeli produk Anda, tapi mereka dekat dengan Anda. Sekarang informasi memegang kendali yang sangat penting. Semakin orang mengenal Anda juga bisnis dan produk Anda maka akan terbangun kepercayaan sehingga mereka mau berbisnis atau membeli produk Anda bahkan, tidak segan-segan mereka akan mereferensikannya ke teman-teman, saudara dan relasi-relasinya tanpa Anda suruh dan bayar.
Cara yang efektif dan efisien adalah dengan menampilkan profil dan bisnis Anda di media cetak seperti koran dan majalah, atau bisa juga melalui portal media online yang memiliki pengunjung jutaan orang perbulannya. Sebut saja Mas Mono dengan ayam bakarnya, Rendi Umara dengan pecel lele lelanya, juga Hendy Setiono dengan kebab Baba Rafinya yang memiliki ratusan outlet, profil mereka tampil di majalah dan koran, juga sering di portal media online. Orang mengenal mereka bukan hanya bisnisnya saja tapi juga kisah mereka dalam membangun bisnis hingga sukses seperti sekarang ini yang sangat inspiratif, sehingga orang merasa dekat dengan mereka.
