Inovasi Kurikulum PAI SD Berbasis Budaya Karo di Tengah Suku Tengger
Dalam upaya menjembatani keberagaman budaya dan kebutuhan pembelajaran agama di wilayah Suku Tengger, dosen Universitas Yudharta Pasuruan Dr. Achmad Yusuf, S.PdI,. M.Pd dan Dr. Ahmad Marzuki, S.PdI., M.Ag mengembangkan inovasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang memasukkan nilai-nilai budaya lokal Karo ke dalam pembelajaran siswa Sekolah Dasar.
Masyarakat Suku Tengger dikenal dengan budaya Karo yang kaya dan kuat, termasuk berbagai ritual adat yang diikuti seluruh warga tanpa memandang agama. Di tengah budaya tersebut, siswa muslim SD sering mengalami kebingungan dalam bersikap terhadap upacara adat yang bercampur dengan unsur spiritual dan tradisi lokal.
Kurikulum PAI yang normatif dirasa belum cukup memberikan panduan kontekstual kepada anak-anak muslim di Tengger untuk hidup harmonis tanpa mengorbankan prinsip agama.
Penelitian ini mengembangkan model kurikulum PAI berbasis budaya lokal Karo bagi siswa kelas VI SD. Fokus utamanya adalah memasukkan nilai-nilai kearifan lokal seperti toleransi, gotong royong, dan persaudaraan ke dalam pembelajaran PAI.
Penelitian menggunakan metode developmental research—yaitu mengembangkan produk pendidikan berupa:
- silabus baru yang terintegrasi budaya Karo
- Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
- perangkat pembelajaran berbasis nilai-nilai lokal seperti saling menghormati, saling membantu, akhlak terpuji, dan semangat bersedekah
Produk diuji dan dievaluasi untuk melihat keterpakaian dan kebermanfaatannya.
Temuan Utama
- Nilai-nilai budaya Karo seperti solidaritas, toleransi, dan kepedulian sosial sangat relevan dengan ajaran PAI.
- Integrasi budaya lokal membuat pembelajaran PAI lebih kontekstual bagi siswa muslim Tengger.
- Kurikulum yang dihasilkan membantu siswa memahami cara bersikap terhadap ritual adat tanpa kehilangan identitas keislaman.
- Penguatan materi pada empat bab di kelas VI terbukti efektif: Indahnya Saling Menghormati, Indahnya Saling Membantu, Akhlak Terpuji, dan Ayo Berinfak dan Bersedekah.
Manfaat atau Dampak Penelitian
- Membantu siswa muslim hidup rukun dalam masyarakat adat tanpa konflik identitas.
- Mencegah kesalahpahaman terhadap tradisi lokal yang berpotensi dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.
- Menjadi model pembelajaran yang bernuansa moderasi beragama bagi wilayah multikultural lainnya.
- Mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Kami ingin siswa muslim di Tengger tidak hanya memahami ajaran agama secara tekstual, tetapi juga mampu bersikap bijak terhadap budaya Karo yang menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.” — Ahmad Marzuki
“Kurikulum berbasis budaya lokal memberi ruang bagi PAI untuk hadir lebih kontekstual, lebih dekat dengan realitas, dan lebih mendorong harmoni sosial.” — Achmad Yusuf
Inovasi kurikulum PAI berbasis budaya Karo ini membuka jalan baru bagi pendidikan Islam yang lebih kontekstual, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Dengan pendekatan yang menghargai tradisi namun tetap menjaga nilai-nilai keagamaan, penelitian ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan di daerah multikultural, sekaligus memperkuat harmoni sosial antara masyarakat Hindu dan Muslim di Tengger.
Informasi Publikasi
- Nama Penulis:
- Ahmad Marzuki
- Achmad Yusuf
- Afiliasi Penulis:
Fakultas Agama Islam, Universitas Yudharta Pasuruan - Judul Artikel Asli:
Inovasi Kurikulum PAI Tingkat Sekolah Dasar Berbasis Budaya Lokal Karo di Wilayah Suku Tengger - Tahun:
2019 - Jurnal:
Kabilah: Journal of Social Community, Vol. 4 No. 1 - Link : https://ejournal.iainata.ac.id/index.php/kabilah/article/view/110
