Ketua Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Berikan Materi Religius Pluralistik pada Mahasiswa UIN Walisongo Semarang
Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan menyelenggarakan pertukaran pelajar untuk bidang religious pluralistik yang bertepatan juga dengan kunjungan Fakultas Usuludin UIN Walisongo Semarang dalam acara KKL (Kuliah Kerja Lapangan). Peserta kegiatan ini sejumlah 130, yang terdiri dari 120 mahasiswa dan 10 dosen. Kegiatan yang bertempat di gedung Nusantara lantai 3 ini mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan, seperti Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, Dekan Fakultas Agama Islam, dan Dekan Fakultas Usuludin UIN Walisongo Semarang. (26/02/2022)
Kegiatan ini diinisiasi oleh Ahmad Yusuf yang merupakan Kepala Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Yudharta Pasuruan. Dengan tujuan peserta yang mengikuti kegiatan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) mendapat nilai plus dari materi multicultural. Karena meteri ini sangat penting dalam menumbuhkan ideologi yang sesuai dengan ahlussunnah wal jama’ah, dengan mengedepankan Islam nusantara. Dalam penyampaiannya Dr. Ahmad Marzuki, M.Ag selaku ketua pascasarjana, dan peneliti di bidang Islam nusantara, menyatakan bahwa Islam Nusantara merupakan Islam yang mempunyai karakter Indonesia, hasil interaksi nilai-nilai Islam teologis dengan tradisi Indonesia. Dakwah Islam oleh para ulama menyesuaikan kondisi dan situasi di Nusantara saat itu. Jika boleh berandai, Islam tidak akan pernah hidup di Nusantara seperti sekarang ini jika saat itu Islam didakwahkan disebarkan dengan paksaan dan kekerasan. Pendakwah Islam di Nusantara khususnya Walisongo sangat paham kondisi masyarakat Nusantara saat itu, sehingga mereka menyebarkan Islam melakukan pendekatan-pendekatan yang dapat diterima oleh masyarakat. Budaya asli masyarakat Nusantara tidak serta merta ditolak, namun justru diterima dengan baik beberapa modifikasi dan selama tidak bertentangan dengan syariat Islam.




