Menristekdikti Resmikan ‘Gedung Nusantara’ UYP
Peresmian gedung baru ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. Drs. H. Muhammad Nasir, M.Si, Ak, Ph.D, CA, dengan disaksikan langsung oleh Pembina Yayasan Darut Taqwa KH. M. Sholeh Bahruddin, Rektor Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) Dr. H. Saifulah, MHI, dan sejumlah jajaran pimpinan di Aula Pancasila, Sabtu (03/02/2018). Kemudian dilanjutkan peninjauan gedung baru yang telah diberi nama Gedung Nusantara.
Menristek dalam sambutannya mengatakan di era globalisasi ini, pembelajaran sebentar lagi menggunakan sistem daring (online), “kalo sekarang mahasiswa menggunakan metode face to face, maka besok mahasiswa harus memanfaatkan fasilitas internet, seperti halnya e-learning, seperti halnya Universitas Yudharta Pasuruan, besok harus sudah memanfaatkan dan mengajari mahasiswanya untuk bisa kuliah online”, Ungkat sang menteri.


Begitu juga dengan dosen, Prof. Nasir menyuruh dosen S2 untuk meneruskan ke jenjang S3 melalui beasiswa, yaitu LPDP. Dan bagi mahasiswa yang kurang mampu untuk kuliah, kemenristek dikti juga sudah menyiapkan beasiswa Bidik Misi. Ini semuanya digunakan agar masyarakat Indonesia lebih maju dalam bidang pendidikan.
Rektor UYP Dr. H. Saifulah, MHI, mengatakan gedung baru dengan bangunan lima lantai ini dibangun selama empat tahun. Ia mengatakan, di Gedung Nusantara tersebut ke depan rencannya akan digunakan pusat perkantoran untuk meningkatkan pelayanan kepada mahasiswa dan sebagian digunakan untuk ruang kuliah mahasiswa pascasarjana S2 PAI multikultural.
“Sejak tahun 2014, gedung dengan lima lantai ini sudah mulai dibangun. Dan sejak awal pembangunan, gedung ini diproyeksikan untuk meningkatkan pelayanan akademik mahasiswa dan melengkapi fasilitas pembelajaran bagi mahasiswa S2 Pascasarjana”, katanya.
Sementara itu, Ketua Senat UYP Dr. H. Kholid Murtadho, SE, ME., saat dikonfirmasi mengatakan, gedung baru dengan lima lantai akan diberi nama “Gedung Nusantara”. Ia menjelaskan alasan memberi nama ‘Nusantara’ yang memiliki makna filosofis cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai negara kepulauan dengan segala aspek kehidupannya yang beraneka ragam. Demikian juga Gedung baru ini yang akan digunakan oleh segenap civitas akademik UYP dari berbagai latar belakang suku, agama, ras dan antar golongan.
“Gedung baru lima lantai ini kami beri nama “Gedung Nusantara” sebagaimana cita-cita UYP yang telah mengembangkan keilmuan tanpa mengenal batas suku, rasa, agama, dan antar golongan”, ujarnya.
