Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan di Universitas Yudharta Pasuruan
Pasuruan, Yudharta- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia bekerja sama dengan Universitas Yudharta Pasuruan menyelenggarakan kegiatan Seminar Training of Trainer (ToT) Pembentukan Pandu Digital Sektor Pendidikan pada pekan yang lalu hari Selasa, 27 Juni 2023. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid di Aula Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan dan diikuti oleh kurang lebih dari 200 peserta luring dan daring.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam literasi digital sektor pendidikan dengan menjadi pendamping pemanfaatan TIK. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka kesempatan peningkatan kapasitas bagi tenaga pendidik dan mahasiswa dalam bentuk pelatihan dari TIK.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Yudharta, Dr. H. Kholid Murtadlo, SE.,ME. Dalam sambutan pembukaannya disampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kemenkominfo, Relawan TIK, dan atas terlaksananya kegiatan Literasi Digital dan Pembentukan Pandu Digital dan bisa bermanfaat bagi tenaga pendidik, mahasiswa dan khususnya yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan, Bambang Tri Santoso dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gerakan Nasional Literasi Digital sudah bergulir sejak 2019, dengan target di segmen pendidikan tahun ini sebanyak 250.000 insan pendidikan yang terpapar literasi digital melalui Perguruan Tinggi dan Sekolah Menengah Kejuruan.
Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center (KIC) pada tahun 2022 menunjukkan bahwa kapasitas Literasi Digital masyarakat Indonesia dinilai “sedang” yaitu sebesar 3.54 dari 5.00. Merespon hal tersebut, Kemenkominfo berkolaborasi dengan sejumlah lembaga pendidikan dan Perguruan Tinggi di Indonesia untuk melakukan literasi kepada masyarakat di sektor pendidikan mengenai materi yang didasarkan pada 4 pilar utama Literasi Digital, yaitu kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital.

Dan untuk mencapai target tersebut perlu kolaborasi dari semua pihak, “dalam pelaksanaan literasi digital melalui program Pandu Digital mengusung skema pentahelix yaitu kolaborasi pemerintah, bisnis, akademik, komunitas/masyarakat, dan media. Kami mohon kolaborasi dapat dijalani dengan baik, dukungan dari kota Denpasar sangat dibutuhkan untuk menyasar sekolah dan perguruan tinggi di Denpasar,” ujar Bambang.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi seminar yang diisi oleh Wakil Rektor I, Dr. Deny Utomo, S.Pi., MP; Ketua Umum Relawan TIK (RTIK) Indonesia dan Pandu Digital Utama, Fajar Eri Dianto; PLT Kadin Kominfo Kab. Pasuruan, Tri Krisni Astuti, S.Sos, MM; dan Bahruddin, S.Sos dari Komunikasi Publik RTIK Pasuruan dan Pandu Digital Kominfo Madya. Seminar ini dipandu atau dimoderatori oleh Anggota Pandu Digital yang sekaligus Mahasiswa Ilmu Komunikasi Yudharta, Riska Amelia.




