Penanganan Limbah Kantong Kresek Diubah Menjadi Batako dan Asbak Rokok
Limbah merupakan hasil akhir dari produktifitas manusia yang memiliki dua dimensi, yakni dimensi yang dapat di olah kembali, dan dimensi yang tidak dapat diolah. Salah satu dimensi yang tidak dapat diolah adalah limbah kantong plastik. Menurut beberapa ahli lingkungan menyatakan bahwa limbah plastik tidak dapat diurai dan sulit untuk di kelola, namun ada dosen di Pasuruan mampu merubah limbah kantong plastik kresek menjadi batako dan asbak rokok. (16/8/2019)
Wisma Soedarmadji salah satu dosen Universitas Yudharta Pasuruan salah satu penanganan limbah kantong kresek dijadikan batako dan asbak rokok. Proses ini dimulai dari penghancuran limbah kresek ke dalam bejana dan kemudian di tuang dalam sebuah cetakan, seperti cetakan batako atau asbak. Langkah ini di menuwai hasil luar biasah dari masyarakat, pasalnya dapat dijadikan solusi daur ulang plastik, dan dapat dijadikan bisnis,
Dalam kesempatan lain Wisma Soedarmadji menginisiasi pelatihan yang bertajuk Pembangunan berwawasan lingkungan dengan spesifikasi pengolahan limbah plastik dan Desain cerobong asap. Dalam paparannya sambah merupakan barang bekas yang bahkan menurut mayoritas masyarakat disepelehkan, namun ternyata semua itu di bantah oleh dosen Yudharta Pasuruan bahwa sampah memiliki daya jual yang dapat dijadikan penghasilan, seperti pemanfaatan limbah plastik menjadi asbak, pafing, bahkan cerobong asap yang digunakan dalam mengurangi asap yang keluar dari proses pengasapan ikan.
