Prof. Dr. Med. Vet. Drh. R. Wisnu Nurcahyo; Raih hibah hingga miliyaran rupiah, “buat proposal jangan lugu”
Pasuruan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) sukses menggelar Workshop dan Klinik Proposal dengan tema “Raih Hibah hingga Miliaran Rupiah”, Senin (25/3). Kegiatan ini dirancang untuk membekali para dosen dalam menyusun proposal yang lebih kompetitif demi menembus hibah penelitian dan pengabdian tingkat nasional.
Acara dibuka langsung oleh Lukman Hakim, Ph.D, selaku Wakil Rektor 3 Bidang Riset, Teknologi, dan Inovasi UYP. Dalam sambutannya, ia memaparkan hasil review proposal PKM tahun 2024 sebagai bahan refleksi.
“Ini bagian dari evaluasi agar kita bisa memahami di mana letak kekurangan proposal sebelumnya. Dengan memperbaiki kelemahan, kita bisa lebih siap bersaing,” ujar Lukman.
Kegiatan ini semakin berbobot dengan kehadiran Prof. Dr. Med. Vet. Drh. R. Wisnu Nurcahyo, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga bertindak sebagai Reviewer Nasional sekaligus penyusun pedoman hibah DIKTI.
Dalam pemaparannya, Prof. Wisnu menekankan pentingnya pemahaman terhadap aspek administratif dan substansi proposal. Ia menyoroti bahwa proposal harus sesuai pedoman, detail pada tiap uraian, serta dikemas dengan menarik.

“Buat proposal jangan ‘lugu’ — maksudnya jangan polos tanpa data yang kuat dan miskin kreativitas. Proposal yang hanya berisi teks tanpa infografis atau visualisasi yang menarik itu seperti makanan hambar, susah dilirik reviewer. Jawab saja secara lugas dan jelas sesuai yang diminta, jangan bertele-tele,” tegasnya.
Para peserta yang terdiri dari dosen lintas prodi tampak antusias. Sesi diskusi dan klinik proposal berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan terkait strategi memperkuat substansi dan teknik penyusunan proposal yang lebih menarik dan sesuai kebutuhan hibah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi dosen UYP untuk lebih produktif dalam riset dan pengabdian masyarakat, serta mampu bersaing meraih hibah hingga miliaran rupiah di masa mendatang.

