Renungan Hari Pangan Se-Dunia, Harga (Diri) Sebutir Nasi
Yudharta.ac.id-Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia tahun 2020 ini sudah selayaknya kita merenungkan proses paling ujung dari penyedia pangan yaitu Petani. Jika kita bisa membayangkan kiprah petani yang mulai melaksanakan kegiatan pertaniannya dipagi buta demi memelihara tanamannya, maka kita akan bisa merasakan betapa kesulitan dan permasalahan yang menghadang petani dalam menyediakan pangan bagi kita.
Bibit yang mahal, pupuk yang langka, serangan hama penyakit tanaman, serta pola kehidupan yang sederhana, itulah gambaran rata-rata petani saat ini. Dari segala permasalahan itu para petani tetap berjuang sendiri dengan pola trial and error yang terkadang tak ada output yang dihasilkan, namun pernahkan melihat petani menyerah? Tak akan ada kata menyerah dalam diri petani, mereka secara istiqomah akan berusaha semaksimal mungkin menyediakan pangan bagi kita dengan berbagai cara dan upaya. Bilamana segala upaya petani itu dituliskan, maka seorang profesorpun akan dilampauinya dalam jumlah publikasi ilmiah, tapi itu bukanlah sebuah kebanggan dari petani.
Sebuah output usaha tani yang berkelanjutan agar bisa memenuhi kebutuhan keluarha dan pangan masyarakat adalah harapan sederhana mereka, tidak perlu muluk-muluk penelitian ilmiah, artikel ilmiah, buku teks dan lain-lain.
Pernahkah kita mencoba berhitung sebutir beras itu harga yang harus dikeluarkan oleh petani kita berapa?
Ini salah satu contoh perhitungan sederhananya. Dalam 1 Ha (10.000 meter persegi) rata-rata produksi gabah yang dihasilkan antara 5 -14 ton anggap saja produksi terendah 5 ton/ha. Bila 1000 butir gabah beratnya 25 gram atau 40.000 butir/kg atau 40.000.000 butir/ton atau 200.000.000 butir/5ton, bila dalam satu kali panen uang yang dikeluarkan untuk memproduksi sebesar Rp 15.000.000 berarti dalam memproduksi 1 butir gabah petani harus mengeluarkan uang sebesar 15.000.000/200.000.000 = 0,075 rupiah. Ini baru gabah. Coba bayangkan dari gabah menjadi beras dengan susut berat 60%. Pasti akan termenung, ternyata 1 butir nasi seharga….. ?
Pertanyaannya;
1. Berapa butir nasi yang terbuang percuma pada hari ini?
2. Sudahkan kita berterima kasih kepada Pahlawan Pangan kita?
Artikel ini ditulis oleh: Muh. Aniar Hari Swasono, SP, MP Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan
