Tim Universitas Yudharta Pasuruan Gandeng Mitra Lakukan Gebrakan Positif dengan Mengadakan Pelatihan Intensif Terkait Teknis Budidaya Tanaman Cabai dari Perkumpulan Tani Pemuda Darul Mukmin, Desa Sukorejo, Kab. Pasuruan
Tim Univeristas Yudharta Pasuruan kembali mengadakan kolaborasi dengan mitra pertanian di daerah Kab. Pasuruan, kali ini tim Universitas Yudharta Pasuruan berkolaborasi dengan Perkumpulan Tani Pemuda Darul Mukmin, Desa Sukorejo, Kab. Pasuruan. Tim sendiri diketuai olah Desy Cahyaning Utami, MP, dengan dua anggotanya Muh. Aniar Hari Swasono, MP dan Roisatul Ainiyah, M.Pd. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus dan anggota dari perkumpulan tani pemuda dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas pertanian melalui metode yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Pelatihan yang digelar di area lahan pertanian kelompok ini merupakan bagian dari upaya Perkumpulan Tani Pemuda Darul Mukmin untuk membekali para anggotanya dengan pengetahuan terbaru terkait teknik budidaya cabai yang baik dan benar agar mendapatkan hasil yang maksimal Ketua Perkumpulan Tani Pemuda, Isnaini menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai tanggapan atas tantangan yang dihadapi oleh petani, seperti tingginya biaya pupuk kimia, serangan hama, dan fluktuasi harga cabai yang sering merugikan para petani.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, petani muda dapat lebih mandiri dan mampu mengembangkan pertanian cabai yang tidak hanya produktif, tetapi juga ramah lingkungan,” ujar Isnaini.
Selama pelatihan, peserta diajarkan berbagai aspek penting dalam budidaya cabai, mulai dari persiapan lahan, penanaman, hingga teknik pemeliharaan yang efisien. Sesi praktek dilakukan di lahan kelompok, dimana peserta diajak untuk langsung mempraktekkan cara menanam bibit cabai dengan benar. Mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang pemupukan organik dan teknik pengendalian hama menggunakan pestisida nabati.
“Pelatihan ini sangat membantu kami, terutama dalam memanfaatkan bahan-bahan alami untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia yang mahal dan berbahaya,” ujar salah satu peserta, [Halimatus].

Selain itu, peserta juga diberikan pengetahuan tentang waktu panen yang tepat dan cara penyimpanan cabai agar tetap segar lebih lama. Kegiatan ini diharapkan mampu menekan kerugian akibat cabai yang rusak sebelum sampai ke pasar. Tidak hanya berhenti pada pelatihan, Perkumpulan Tani Pemuda Darul Mukmin juga memastikan adanya pendampingan lapangan bagi para peserta. Melalui program pendampingan ini, para peserta akan mendapat kunjungan rutin untuk memonitor perkembangan tanaman cabai mereka dan memastikan bahwa teknik yang telah diajarkan diterapkan dengan benar.
“Kami akan terus mendampingi para petani muda ini hingga mereka benar-benar mampu menghasilkan panen yang lebih baik. Pendampingan ini penting agar hasil pelatihan bisa langsung dirasakan dalam praktek,” tambah [Aniar].
Kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata dalam mendorong pertanian berkelanjutan di kalangan generasi muda. Melalui peningkatan keterampilan dalam budidaya cabai, diharapkan petani muda dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka dan mengurangi ketergantungan pada produk kimia yang berdampak buruk bagi lingkungan.
Desy menambahkan bahwa kegiatan ini terlaksana dari program hibah Pengabdian Kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
