Tingkatkan Daya Tahan Pertanian Lereng Semeru, KOSABANGSA 2025 Sukses Wujudkan Teknologi Berkelanjutan di Desa Selok Anyar
Pasuruan — Universitas Yudharta Pasuruan melaksanakan Program Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa (KOSABANGSA) 2025 di Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Program ini berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian serta kesiapsiagaan bencana masyarakat yang berada di kawasan rawan erupsi Gunung Semeru.
Kegiatan diawali dengan pemetaan potensi dan kebutuhan desa melalui diskusi bersama perangkat desa, kelompok tani, serta karang taruna. Hasil pemetaan menunjukkan dua kebutuhan prioritas, yakni kemandirian pupuk organik dan peningkatan pengetahuan mitigasi erupsi.
Program Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa (KOSABANGSA) 2025 yang dilaksanakan Universitas Yudharta Pasuruan terbukti membawa manfaat nyata bagi masyarakat Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. Program ini dinyatakan sukses meningkatkan kemandirian pertanian serta kesiapsiagaan bencana di wilayah yang berada di kawasan rawan erupsi Gunung Semeru.
Dorong Kemandirian Pupuk Organik
Tim pengabdian memperkenalkan fermentor pupuk organik dan mesin pencacah bahan organik kepada kelompok tani setempat. Teknologi ini membantu petani mengolah limbah pertanian menjadi pupuk berkualitas secara mandiri.
“Kini kami tidak lagi bergantung pada pupuk subsidi,”
ujar Ridho, salah satu petani peserta pelatihan.
Implementasi alat tersebut diharapkan meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman seperti padi, singkong, dan pisang yang menjadi komoditas utama desa.
Mitigasi Bencana Erupsi Semeru
Selain sektor pertanian, program ini juga menguatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi erupsi Gunung Semeru. Karang Taruna mendapatkan pelatihan:
- pemahaman kawasan rawan bencana
- pemanfaatan aplikasi pemantau aktivitas vulkanik
- simulasi evakuasi mandiri
- penyusunan Buku Saku Tangguh Semeru
Kepala Desa Selok Anyar, Nurasim, menyampaikan apresiasi atas program yang langsung dapat diterapkan warga.
“Teknologi yang diberikan bermanfaat dan bisa kami lanjutkan sendiri,” ujarnya.
Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi
Program ini melibatkan dua kampus:
Universitas Yudharta Pasuruan
— Nurma Yuwita, M.I.Kom
— Dr. Any Urwatul Wusko, M.Ab
— Walidini Syaikhul Huda, M.Kom
Universitas Nusantara PGRI Kediri
— Dr. Agus Muji Santoso, M.Si
— Dr. M. Anas, MM., M.Si
— Hesti Istiqlaliyah, ST., M.Eng
“Teknologi memberikan daya tahan, dan pemahaman lokal memastikan keberlanjutan,”
tegas Dr. Any Urwatul Wusko.
Selain pelatihan, tim juga menghasilkan luaran edukatif berupa publikasi media, infografis, dan video dokumentasi.
Apresiasi Kepada DPPM Kemendikbudristek – Saintek
Universitas Yudharta Pasuruan menyampaikan terima kasih kepada
Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) – Kemendikbudristek Saintek
atas dukungan pendanaan Program KOSABANGSA 2025 yang telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Selok Anyar.
Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan, kapasitas mitigasi bencana, serta kemandirian masyarakat Selok Anyar dalam jangka panjang.
