UNIVERSITAS YUDHARTA PASURUAN MELAKUKAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL YANG MENGUSUNG TEMA “BERTANI BERSAMA ORANG TUA” DI RA DAN PAUD SUKOREJO
IGRA kepanjangan dari Ikatan Guru Raudhatul Athfal sebuah organisasi profesi yang merupakan pembinaan dan kerjasama antara kepala sekolah dan guru Raudhatul Athfal (RA). IGRA Sukorejo mulai tahun 2023 telah menerapkan belajar Bersama Bertani Bersama orang tua. Kegiatan belajar bertani bersama keluarga ide awalnya adalah untuk menumbuhkan kebersamaan dengan orang tua sekaligus pemenuhan gizi anak kemudian berkembang sampai pengolahan hasil panen menjadi makanan bergizi. Dalam pelaksanaannya IGRA Sukorejo memilliki keterbatasan dalam implementasi program ini karena kemampuan sumberdaya manuisia dan kegiatan masih parsial belum terintegrasi dalam kurikulum.
Dosen Universitas Yudharta Pasuruan yang diketuai Dr. Wenny Mamilianti, SP., MP tergerak untuk melakukan pendampingan terhadap guru RA dan PAUD Sukorejo dalam implementasi belajar bertani bersama orang tua. Tim dosen terdiri dari kolaborasi dari berbagai keilmuan yaitu Dr. Wenny Mamilianti, SP., MP dari Prodi Agribisnis; Muh. Aniar Hari Swasono, SP., MP dari Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan dan Wiwin Fahrudin Yusuf, MA dari Prodi Agama Islam. Tim Dosen melakukan pendampingan dari penyusunan rencana pembelajaran sampai pelatihan untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dalam pengelolaan pembelajaran.
Pendampingan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan para guru dalam menyusun program belajar untuk anak usia dini atau PAUD dalam konsep belajar sambil bermain bernyanyi praktek langsung. Program ini dilaksanakan dalam beberapa rangkaian pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilakukan antara lain penyusunan konsep belajar betani Bersama orang tua yang terintegrasi didalam kurikulum, pelatihan budidaya tanaman dan ikan secara organik, pelatihan pengolahan makanan yang berasal dari hasil bertani. Pendampingan dilakukan sampai akhir program, namun menurut Wenny sebagai ketua pelaksana pendampingan akan terus berlanjut dengan mengintegrasikan dengan beberapa program lembaga atau instansi lain dan berharap bahwa konsep belajar ini dapat diterapkan di RA dan PAUD di Sukorejo khusunya di Kabupaten Pasuruan secara umum.

Wenny menambahkan bahwa kegiatan ini terlaksana dari program hibah Pengabdian Kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Antusiasnya para peserta yang terlihat dari jumlah peserta, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di sesi diskusi dan keaktifan saat demontrasi/praktek maka tim pelaksana optimis program berjalan dengan baik dan dapat diimplementasikan di RA/PAUD yang ternaungi di IGRA khususunya dan PGTKI secara umum. Tim Dosen pelaksana juga berharap program ini berlanjut dengan bekerjasama dengan elemen Lembaga terkait skhususnya Dinas Pendidikan dan Kementrian Agama.

