Universitas Yudharta Hadiri Acara Purnamaan, Lestarikan Tradisi dan Religiusitas di Kota Pasuruan
Pasuruan, 10 Juni 2025 — Universitas Yudharta Pasuruan melalui Kepala Pusat Religius Pluralistik, Bapak Wiwin Fachrudin Yusuf, M.A, menghadiri acara rutin “PURNAMA” yang digelar oleh Persatuan Kanjeng Pangeran Surga Surgi. Kegiatan ini berlangsung khidmat di halaman Masjid Jami’ Al-Anwar Kota Pasuruan, Selasa malam (10/6), bertepatan dengan malam ke-15 dalam kalender Jawa.
Acara Purnamaan tersebut diawali dengan pembacaan Maulid, Surat Yasin, Tahlil, dan doa bersama di Pajimatan Kanjeng Pangeran Surga Surgi Mbah Niti Adiningrat—sebuah situs ziarah di belakang Masjid Al-Anwar—dan dilanjutkan dengan tradisi “Bari’an” di bawah Payung Madinah. Tradisi ini telah berlangsung secara rutin setiap bulan purnama sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai budaya dan spiritual leluhur.
“PURNAMA bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga bentuk penguatan identitas budaya dan kekeluargaan. Kita semua adalah bagian dari trah Niti Adiningrat, Mataram, dan Majapahit. Oleh karena itu, menjaga dan menguri-uri budaya ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkap Wiwin Fachrudin Yusuf.
Mbah Niti Adiningrat, yang dikenal juga dengan sebutan “Mbah Surga-Surgi”, adalah tokoh sentral dalam sejarah Pasuruan. Sebagai Bupati ke-9 yang memimpin sejak tahun 1751 hingga 1799, beliau tak hanya berjasa dalam bidang pemerintahan, tetapi juga dalam aspek sosial dan keagamaan, termasuk pembangunan Masjid Jami’ Al-Anwar bersama Mbah Slagah (Kyai Hasan).
Nilai-nilai yang diwariskan oleh Mbah Niti Adiningrat seperti inklusivitas keagamaan, keseimbangan spiritualitas dan budaya, serta keterbukaan terhadap interaksi lintas budaya dinilai sangat sejalan dengan visi-misi Universitas Yudharta Pasuruan. Sebagai kampus berbasis pesantren yang menjunjung tinggi semangat religius pluralistik, keterlibatan Universitas dalam acara ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan tradisi masyarakat.
“Tradisi ini memperkuat karakter religius dan toleran yang kami tanamkan pada mahasiswa. Melalui kegiatan seperti ini, kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang pengabdian dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa,” tutup Wiwin

